Dokter Ungkap Dampak Berita Hoaks terhadap Keterlambatan Pengobatan Kanker

2026-02-05 07:14:16
Dokter Ungkap Dampak Berita Hoaks terhadap Keterlambatan Pengobatan Kanker
JAKARTA, - Maraknya penyebaran informasi kesehatan yang tidak akurat di internet masih menjadi tantangan serius dalam upaya pengobatan kanker sejak dini di Indonesia. Kondisi ini dinilai berisiko karena membuat kanker baru terdeteksi saat sudah memasuki stadium lanjut.Chairman Eka Tjipta Widjaja Cancer Center Eka Hospital, Dr. dr. Sonar Soni Panigoro, Sp.B (K) Onk., M.Epid., MARS mengatakan, peran media dan arus informasi digital sangat memengaruhi cara pandang pasien terhadap penyakit kanker dan pilihan pengobatannya.Baca juga: 6 Alasan Mengapa Skrining Kanker di Indonesia Masih Rendah“Peran media juga sangat memengaruhi persepsi pasien. Sekarang masih banyak orang yang mudah terkecoh dengan berita hoax yang beredar di internet,” jelas dr. Sonar dalam Talkshow “Pendekatan Terpadu dalam Onkologi: Adaptasi Teknologi, Kolaborasi, Multidisiplin, dan Protokol Rujukan di Eka Hospital Group”, di Jakarta Pusat, Rabu .Ia mengungkap, salah satu bentuk hoaks yang paling sering ditemui adalah klaim pengobatan kanker hanya dengan mengonsumsi ramuan tertentu atau metode non-medis lainnya. Informasi tersebut kerap dikemas secara meyakinkan sehingga menarik perhatian pasien dan keluarganya.“Misalnya ada berita yang bilang kalau kanker bisa diobati dengan minum ramuan tertentu, akhirnya pasien terdistraksi dan ingin ikutan coba,” ujarnya.Klaim semacam ini, lanjut dia, membuat pasien mengalihkan fokus dari pengobatan medis yang seharusnya dijalani sejak awal.Dampak lanjutan dari kepercayaan terhadap berita hoaks adalah keputusan pasien untuk menunda bahkan membatalkan tindakan medis yang telah direncanakan bersama dokter. Padahal, pengobatan kanker sering kali membutuhkan penanganan segera agar hasilnya lebih optimal.“Alhasil yang seharusnya pasien ikut operasi atau menjalani pengobatan kanker malah tidak jadi karena tergiur berita hoax,” kata dr. Sonar.Baca juga: Tekan Angka Kematian Kanker, Kalbe Kembangkan Produksi Radioisotop dan Radiofarmaka di Sidoarjo Penundaan ini membuat waktu emas untuk pengobatan menjadi terlewat, sehingga kondisi penyakit semakin sulit ditangani.Selain faktor hoaks, dr. Sonar menilai ketakutan pasien terhadap prosedur medis juga memperbesar pengaruh informasi keliru. Banyak pasien sudah merasa takut hanya dengan membayangkan operasi atau terapi kanker.“Pasien membayangkan operasi atau menjalankan pengobatan kanker saja sudah takut, meskipun dokter juga sudah menjelaskannya,” ujar dr. Sonar.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Namun, mengingat harga merupakan aspek yang sensitif bagi beberapa pasar berkembang, seperti Indonesia maupun India, vendor ponsel kabarnya bakal menggunakan strategi lain, selain kenaikan harga.Menurut bocoran yang dibagikan di blog Naver Korea Selatan, vendor ponsel kemungkinan memangkas RAM HP. Karena itu, beberapa ponsel dengan RAM 16 GB kemungkinan menjadi produk yang cukup langka.Sebaliknya, ponsel dengan RAM 4 GB justru akan lebih mendominasi ketimbang saat ini. Bocoran itu juga menyebutkan bahwa ponsel dengan RAM 12 GB bisa dipangkas hingga 40 persen, hingga menjadi 6 GB atau 8 GB. Sementara model yang biasanya dibekali RAM 8 GB, dipotong hingga 50 persen menjadi 4 GB atau 6 GB.Sayangnya, walaupun konfigurasi RAM beberapa ponsel tahun depan dipangkas, harganya tetap lebih mahal dibanding model sebelumnya, dilansir Gizmochina.Adapun kenaikan harga HP terjadi sebagian besar karena meningkatnya pemintaan memori di berbagai industri termasuk untuk data center kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), hingga menimbulkan kelangkaan pasokan.Hal tersebut juga diamini oleh Xiaomi, hingga menyatakan bahwa harga produknya tahun depan meningkat.Baca juga: Ini Sebab Harga Memori RAM di Indonesia NaikXiaomi sudah mengumumkan rencana kenaikkan harga smartphone baru mulai tahun depan. Pengumuman ini disampaikan oleh Presiden Xiaomi, Lu Weibing dalam konferensi pers terkait laporan pendapatan perusahaan pada November 2025 lalu.Ia mengataka bahwa keputusan ini diambil karena semakin mahalnya harga chip memori, akibat melonjaknya permintaan untuk server kecerdasan buatan (AI).Tingginya permintaan chip memori untuk server juga membuat perusahaan seperti Samsung, memangkas produksi chip memori termasuk untuk ponsel, dan mengalihkannya ke memori bandwidth tinggi (high bandwidth memory).Xiaomi Redmi Note 15 Pro 5G.

| 2026-02-05 06:14