Di Balik 30 Menit Purbaya Temui Bahlil, Ulik Kuota LPG Jelang Nataru

2026-02-02 09:35:54
Di Balik 30 Menit Purbaya Temui Bahlil, Ulik Kuota LPG Jelang Nataru
JAKARTA, - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia nampak menggelar pertemuan di Kantor Kementerian ESDM pada Selasa .Pertemuan ini terkuak, melansir laman Instagram Purbaya, yakni @menkeuri. Dalam unggahannya, Purbaya nampak menghadiri rapat dan bertemu Bahlil. Kedua menteri tersebut membahas subsidi LPG dan kuota LPG di periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).Menariknya, pertemuan dua tokoh ini berlangsung singkat, hanya sekitar 30 menit.Dalam rapat singkat tersebut, tokoh yang hadir tak hanya Purbaya dan Bahlil. Dalam unggahan di media sosial Purbaya, nampak Kepala BP BUMN Dony Oskaria serta Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri. "Pemerintah berkomitmen menjaga subsidi LPG tersalurkan secara terkendali dan tepat sasaran," tulis Purbaya dalam unggahannya di @menkeuri, dikutip Selasa .Baca juga: Ribuan Warga di Jaktim Kini Bisa Masak Tanpa LPG, Hemat Sampai Rp 1,2 Juta Lebih jauh Purbaya mengatakan komitmen ini bertujuan untuk menjaga setiap rupiah #UangKita atau APBN agar bisa membawa manfaat nyata bagi kelompok masyarakat yang paling membutuhkan. Purbaya mengapresiasi Bahlil yang telah cepat mengambil keputusan dalam menjaga subsidi LPG. Sehingga ia akan mengikuti keputusan sang Menteri ESDM tersebut. Dalam kesempatan yang sama, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, pemerintah akan menambah kuota subsidi LPG di periode tersebut.Sayangnya, Bahlil tak menjelaskan lebih lanjut berapa banyak tambahan kuota yang disiapkan ke depan.Baca juga: Purbaya Datangi Kantor Bahlil, Sepakati Penambahan Kuota LPG 3 Kg 370.000 Metrik Ton/ISNA RIFKA SRI RAHAYU Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia saat ditemui di Pressroom Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa .Dalam kesempatan berbeda, Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia menyebut, pemerintah berencana menambah kuota LPG subsidi sebanyak 370.000 metrik ton (MT) di sisa tahun 2025. Penambahan kuota LPG dilakukan dengan mempertimbangkan target kuota LPG 2025 yang sebesar 8,17 juta metrik ton, lebih rendah 0,06 juta metrik ton dari realisasi 2024.Target tersebut juga lebih rendah dari prognosa 2025 yang mencapai 8,5 juta metrik ton. "Kemudian prognosa sampai 2025 itu ada kebutuhan 8,5 juta metrik ton, ada penambahan kan over 0,37 juta atau sekitar 370.000an lah," ujar Anggia kepada media di Pressroom Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa. Baca juga: Elpiji 3 Kg Mau Jadi Satu Harga, Pemerintah Kebut Aturannya Meskipun kuota LPG subsidi ditambah, Anggia memastikan anggaran subsidi LPG 2025 tidak mengalami perubahan. Keputusan penambahan kuota LPG subsidi ini belum final karena akan dibahas dalam rapat terbatas (ratas) untuk mendapatkan persetujuan dari Presiden Prabowo Subianto.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Pendekatan “heritage meets modern” tersebut akan menjadi salah satu strategi utama Bata ke depan. Bata, kata Panos, ingin menghidupkan identitas lama yang disukai generasi sebelumnya, tetapi dihadirkan dengan desain yang sesuai selera generasi baru.Transformasi tidak hanya terjadi pada produk, tetapi juga pada retail experience. Laporan Tahunan 2024 menyebut bahwa seluruh toko Bata kini mengadopsi konsep modern-minimalis Red 2.0.Namun, bagi Panos, esensi modernisasi toko bukan sekadar tampil fashionable.“Bagi saya yang penting adalah membuat belanja lebih mudah dengan cara yang sangat sederhana,” ungkapnya. Ia membayangkan toko Bata sebagai ruang yang tidak berantakan, produk yang terkurasi jelas, dapat memandu konsumen tanpa membuat mereka bingung, serta menampilkan fokus utama pada produk.“Kami akan menaruh usaha lebih besar pada produk dan membimbing konsumen ke produk itu, product first,” katanya.Baca juga: Bukan Merek Lokal, Ini Sosok Pendiri Sepatu BataLaporan tahunan 2024 juga menunjukkan penguatan digital Bata secara signifikan, mulai dari integrasi pembayaran digital (Gopay, ShopeePay, OctoPay, Visa Contactless), kolaborasi dengan key opinion leader (KOL), serta penguatan Bata Club sebagai program loyalitas.Upaya itu sejalan dengan visi Panos untuk membawa Bata lebih dekat ke generasi muda Indonesia. Apalagi, generasi ini berbelanja secara omnichannel dan peka terhadap brand yang punya nilai jelas.Panos menilai, generasi muda juga punya kepekaan terkait asal-usul produk. Menurutnya, konsumen masa kini memperhatikan bagaimana sepatu dibuat, mulai dari aspek keberlanjutan (sustainability), lokasi pembuatan produk, hingga siapa yang mengerjakannya.Bata Indonesia sendiri telah melakukan sejumlah langkah keberlanjutan nyata, seperti optimalisasi konsumsi energi, efisiensi rantai pasok, penggunaan teknologi hemat energi, dan tata kelola material yang lebih baik.“Sustainability bukan sesuatu yang kamu pasarkan. Sustainability adalah sesuatu yang kamu jalani dan kamu wujudkan setiap hari,” tegasnya.Upaya modernisasi Bata, mulai dari kurasi produk, perbaikan toko, hingga penguatan kanal digital, pada akhirnya kembali pada satu tujuan, yakni menjawab kebutuhan konsumen Indonesia hari ini. Setelah melewati masa restrukturisasi, Bata ingin memastikan bahwa setiap langkah transformasi benar-benar berangkat dari pemahaman terhadap perilaku dan ekspektasi masyarakat Indonesia yang terus berkembang.Di sinilah Panos melihat kekuatan besar yang dimiliki Bata selama puluhan tahun di Indonesia, yaitu hubungan emosional yang terbangun secara alami dengan konsumennya.Baca juga: Sepatu Bata, Sering Dikira Produk Lokal Ternyata Berasal dari Ceko“Konsumen Indonesia sangat loyal. Jauh lebih loyal jika dibandingkan banyak konsumen lain di dunia,” kata Panos.Namun, ia mengingatkan bahwa loyalitas bukan sesuatu yang bisa dianggap pasti. “Kami harus relevan untuk konsumen hari ini, lebih terhubung dengan audiens muda, dan membawa mereka kembali masuk ke Bata,” tuturnya. Upaya untuk kembali relevan di mata konsumen tidak bisa berdiri sendiri. Menurut Panos, transformasi Bata hanya bisa berjalan jika dukungan internal juga kuat dan keyakinan dari orang-orang yang bekerja di baliknya.“Setelah Covid, keyakinan itu selalu turun. Padahal, kepercayaan internal itu sangat penting,” katanya.Maka dari itu, Panos ingin seluruh tim melihat arah baru Bata sebagai momentum untuk bangkit bersama.“Kami akan membutuhkan lebih banyak karyawan untuk berkembang dan menjadi lebih kuat di Indonesia,” katanya.Dengan fondasi internal yang diperkuat dan strategi baru yang mulai berjalan, Panos memandang masa depan Bata di Indonesia dengan keyakinan yang besar. Baginya, transformasi yang sedang dilakukan tidak hanya soal restrukturisasi, modernisasi produk, atau pembaruan toko, tetapi juga membangun hubungan yang lebih bermakna dengan konsumen.“Saya berharap ketika datang lagi ke sini, saya bisa merasa bangga terhadap Bata. Bangga melihat Bata tersedia untuk konsumen yang lebih luas, melihat pelanggan datang ke Bata dan bisa merasakan mereka menyukainya,” harapnya.Baca juga: Sejarah Sepatu Bata, Merek Eropa yang Sering Dikira dari IndonesiaIa juga menginginkan pertumbuhan yang tidak hanya tecermin dalam penjualan atau jumlah toko, tetapi juga dalam cara masyarakat Indonesia memaknai kehadiran Bata setelah lebih dari 90 tahun berada di tengah mereka.“Saya ingin Bata berarti sesuatu bagi Indonesia serta berkata, ‘Saya tumbuh bersama Bata. Bata adalah perusahaan lokal sekaligus global dan Bata mengerti saya’,” katanya. Panos melihat Indonesia bukan sekadar pasar besar, melainkan rumah penting bagi perjalanan panjang Bata. Dengan arah baru, strategi yang lebih fokus, dan loyalitas konsumen yang kuat, ia yakin Bata akan kembali menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia untuk waktu yang lama.

| 2026-02-02 22:20