JAKARTA, – Paparan informasi yang berlebihan, terutama dari media sosial, justru dapat memicu mom guilt atau rasa bersalah yang berkepanjangan.Beragam konten tentang tumbuh kembang anak, pola gizi ideal, hingga unggahan pencapaian anak lain kerap membuat ibu tanpa sadar membandingkan diri dan peran pengasuhannya dengan standar yang ditampilkan di layar.Perbandingan yang terus-menerus ini berpotensi membuat ibu meragukan kemampuannya sendiri dan merasa tidak cukup baik.Psikolog Anak, Remaja, dan Keluarga Farraas Afiefah Muhdiar menilai, ibu masa kini perlu lebih selektif dalam menyaring informasi serta bijak menggunakan media sosial agar tidak terjebak dalam kecemasan dan rasa bersalah yang berlarut-larut.Baca juga: Flexing di Media Sosial, Apakah Bisa Jadi Tanda Gangguan Psikologis?Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mencegah mom guilt berkepanjangan di tengah derasnya arus informasi.Farraas menekankan, langkah awal yang penting adalah menyadari konten apa saja yang memicu kecemasan pada diri sendiri. Tidak semua informasi yang benar secara ilmiah akan berdampak baik secara emosional bagi ibu.“Misalnya, aku dulu punya masalah dengan berat badan anakku, yang aku lakukan adalah mute sementara Instagram ahli-ahli yang selalu bilang soal stunting bisa mengaruhi IQ anak,” ucap Farraas saat diwawancarai Kompas.com di Jakarta Selatan, .Langkah ini dilakukan bukan untuk menghindari fakta, melainkan untuk menjaga kesehatan mental ibu agar tetap stabil.Baca juga: Suka Membandingkan Diri dengan Orang Lain di Medsos? Ini Tips Mengatasinya!Mengurangi paparan konten tertentu bukan berarti menutup diri dari informasi yang benar. Ada perbedaan antara belajar dan terus-menerus terpapar pesan yang memicu ketakutan. “Ini bukan menutup atau menolak ilmu yang benar, tetapi terkadang unggahan tersebut bikin ibu semakin khawatir,” jelas Farraas.Ketika kecemasan meningkat, ibu justru akan sulit berpikir jernih dan mengambil keputusan yang tepat dalam pengasuhan.Baca juga: 7 Cara Digital Parenting, Latih Anak Bijak di InternetMenurut Farraas, alih-alih terus mengonsumsi konten yang memicu rasa bersalah, ibu sebaiknya mengarahkan energinya pada hal-hal konkret yang bisa dilakukan.Meski begitu, ibu sebaiknya tetap fokus memperbaiki atau memantau kondisi anak, bukan membiarkan saja.Salah satu pemicu mom guilt terbesar adalah kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain, terutama figur di media sosial yang tampil ideal.
(prf/ega)
Saran Psikolog agar Media Sosial Tak Memicu Munculnya Mom Guilt
2026-01-12 12:13:03
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 12:19
| 2026-01-12 10:38
| 2026-01-12 10:25
| 2026-01-12 10:12
| 2026-01-12 09:44










































