7 Alasan Harus Segera Keluar dari Toxic Relationship Menurut Ahli

2026-01-12 18:00:54
7 Alasan Harus Segera Keluar dari Toxic Relationship Menurut Ahli
- Saat terjebak dalam toxic relationship (hubungan toksik), penting untuk segera "keluar". Kadang, ada pula yang tetap bertahan dan yakin pasangan akan berubah, padahal mereka sudah tahu bahwa hubungan yang dijalani tidaklah sehat. Pakar konseling hubungan Nicholas “Nic” Hardy menjelaskan, keluar dari hubungan toxic sering kali jauh lebih sulit daripada yang terlihat. Baca juga:“Ketakutan akan ketidakpastian dapat membuat seseorang terus terikat dalam hubungan yang tidak sehat karena rasa familiar. Meninggalkan hubungan toxic tampak menakutkan dan terlihat lebih buruk dari yang sedang dialami,” ujar Hardy, dilansir dari Brides, Selasa .Di sisi lain, ahli hubungan Kelly Campbell, Ph.D. menekankan pentingnya memahami bahwa hubungan toxic tidak hanya merugikan, tapi juga dapat meninggalkan luka psikologis jangka panjang yang berdampak pada kesehatan mental dan hubungan berikutnya.Lantas, kenapa seseorang harus segera keluar dari hubungan yang toxic? Berikut alasan pentingnya segera mengakhiri hubungan yang merusak.Rasa takut tentang apa yang akan terjadi setelah putus, mulai dari perubahan rutinitas hingga rasa kesepian, sering membuat seseorang tetap tinggal meski terluka. “Sayangnya, rasa takut ini sering diperkuat oleh pasangan toxic, membuat kita semakin sulit mengatasi hambatan mental sendiri,” ucap Hardy.Hal ini membuat seseorang bertahan bukan karena nyaman, melainkan karena takut kehilangan kenyamanan palsu atau beradaptasi dengan situasi baru yang tidak familiar.Dok. Freepik/jcomp Terjebak dalam hubungan tak sehat bisa merusak mental dan harga diri. Ini alasan kenapa harus segera keluar dari toxic relationship.Ada momen baik di dalam hubungan toxic, dan momen itulah yang membuat seseorang berharap perubahan datang. Hardy menegaskan, seseorang tidak akan benar-benar berubah jika tidak menyadari perbuatan atau kesalahan yang ia lakukan. Harapan seseorang akan berubah bisa jadi mengecewakan kamu dan terjebak dalam hubungan toxic lebih lama. “Harapan bisa membuat individu sangat optimistis sampai mengabaikan fakta nyata dan kebenaran toxic dalam hubungan,” ujar dia.Ketika momen positif hanya dilakukan sesekali untuk menutupi luka, hubungan tersebut tidak lagi layak dipertahankan.Baca juga: Trauma sebelumnya dapat memengaruhi apa yang seseorang anggap wajar dalam hubungan. “Pengalaman traumatis dapat membentuk apa yang kita toleransi dan memengaruhi harga diri serta narasi yang kita bangun ketika ingin meninggalkan hubungan toxic,” jelas Hardy. Bertahan karena merasa pantas menerima perlakuan buruk adalah konsekuensi dari luka mental akibat hubungan toxic, bukan kenyataan.


(prf/ega)

Berita Lainnya