Prakiraan Cuaca di Jateng 25-28 Desember 2025, Didominasi Hujan Ringan

2026-02-05 01:15:45
Prakiraan Cuaca di Jateng 25-28 Desember 2025, Didominasi Hujan Ringan
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan sebagian besar wilayah Jawa Tengah (Jateng) akan mengalami hujan ringan, namun beberapa daerah juga dipantau berpotensi hujan lebat yang dapat disertai petir pada periode 25-28 Desember 2025.Masyarakat diimbau tetap memantau cuaca harian karena kondisi atmosfer masih tidak stabil di puncak musim hujan.Daerah yang berpotensi hujan di Jateng 25-28 Desember 2025Hujan ringan terjadi di daerah:Di sebagian besar wilayah Jawa Tengah, kondisi hujan ringan diprediksi dominan sepanjang hari.Potensi hujan sedang lebat disertai petir:Baca juga: Mengapa Bendera One Piece Ramai Dikibarkan? Ini Analisis SosiologBaca juga: 5 Poin Analisis Sosiolog soal Ramainya Pengibaran Bendera One Piece Jelang 17 AgustusHujan RinganHujan ringan diprediksi akan terjadi terutama pada sore hingga malam hari, dengan durasi hujan yang relatif tidak ekstrem.Hujan RinganHujan RinganBMKG mencatat bahwa potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang masih tetap perlu diwaspadai, terutama pada 25 Desember 2025, meskipun tidak dominan di seluruh wilayah Jateng.Kondisi ini dapat meningkat secara lokal akibat aktivitas awan konvektif di siang atau sore hari.Meski hujan ringan dominan dalam prakiraan sepekan ini, BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap perubahan cuaca secara tiba-tiba, terutama saat memasuki sore hingga malam hari.Hujan yang berulang, meskipun ringan, dapat menyebabkan genangan lokal atau gangguan aktivitas di luar ruangan, sehingga pemantauan informasi harian sangat dianjurkan.Baca juga: Cara Cek CCTV Pantai Jogja untuk Mengetahui Kondisi Cuaca Sebelum Liburan


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-02-04 23:05