Pramono Janjikan Kesempatan Bekerja bagi Zidan, Pencari Kerja Disabilitas

2026-01-15 19:31:50
Pramono Janjikan Kesempatan Bekerja bagi Zidan, Pencari Kerja Disabilitas
JAKARTA, - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjanjikan kesempatan kerja bagi Zidan (20), peserta Job Fair Disabilitas yang digelar di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Senin .Zidan, yang diperkirakan memiliki tinggi sekitar 120 cm, datang membawa surat lamaran kerja yang dibalut map cokelat.Saat bertemu Pramono, ia ditanya tentang kemampuan dan minatnya.Baca juga: Cerita Zidan, Figuran “The Doll 3” yang Kini Cari Pekerjaan Tetap di Job Fair Disabilitas“Kamu mau melamar pekerjaan apa? Komputer bisa?” tanya Pramono sambil membaca berkas lamaran, dilihat dari tayangan video yang diunggah dalam akun Instagram @pramonoanungw.“Insya Allah bisa Pak,” jawab Zidan.Pramono kemudian menanyakan kemampuan Zidan di bidang desain grafis.Warga Cimanggis, Depok, Jawa Barat itu pun menjawab dengan percaya diri bahwa ia juga mampu.“Desain grafis juga bisa,” jawab Zidan.Pramono kemudian menyerahkan berkas lamaran Zidan kepada Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi DKI Jakarta.“Sama Pak Gubernur dikasihkan ini (berkas lamaran) ke Kepala Dinas Ketenagakerjaan yang ngurusin,” ucap Pramono.Baca juga: Suara Keresahan Penyandang Disabilitas yang Mengetuk Pintu Kerja...Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta, Syaripudin, mengatakan pihaknya sudah membantu mengarahkan Zidan ke perusahaan yang membutuhkan sesuai kemampuan yang dimilikinya.“Sudah kami bantu arahkan ke perusahaan yang membutuhkan sesuai kompetensi yang dimiliki Zidan. Insya Allah mendapatkan hasil yang diharapkan,” ujar Syaripudin saat dikonfirmasi, Rabu .Syaripudin menambahkan, rekomendasi terhadap Zidan akan diarahkan terlebih dahulu ke Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebelum menjalani proses rekrutmen.“BUMD dahulu. Baru akan menjalani proses recruitment. Nanti kami infokan progress-nya,” ungkap Syaripudin.Adapun dalam Job Fair Penyandang Disabilitas 2025, terdapat 21 perusahaan yang dilibatkan dengan total 107 lowongan kerja yang dikhususkan bagi pencari kerja disabilitas.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

di sela acara peluncuran AI Innovation Hub di Institut Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat, Selasa .Baca juga: Telkomsel Resmikan AI Innovation Hub di ITB, Perkuat Pengembangan AI NasionalDalam menyikapi AI Bubble, salah satu langkah konkret yang dilakukan Telkomsel adalah tidak gegabah melakukan investasi besar pada infrastruktur AI, seperti pembelian perangkat komputasi mahal, tanpa perhitungan pengembalian yang jelas.Menurut Nugroho, perkembangan teknologi AI sangat cepat, sehingga investasi perangkat keras yang dilakukan terlalu dini berisiko menjadi tidak relevan dalam waktu singkat.“Kalau kami investasi terlalu besar di awal, tapi teknologinya cepat berubah, maka pengembalian investasi (return on investment/ROI) akan sulit tercapai,” ungkap Nugie.Sebagai gantinya, Telkomsel memilih pendekatan yang lebih terukur, antara lain melalui kolaborasi dengan mitra, pemanfaatan komputasi awan (cloud), serta implementasi AI berbasis kebutuhan nyata (use case driven).Baca juga: Paket Siaga Peduli Telkomsel, Internet Gratis untuk Korban Bencana di SumateraWalaupun ancaman risiko AI Bubble nyata, Telkomsel menegaskan bahwa AI bukan teknologi yang bisa dihindari. Tantangannya bukan memilih antara AI atau tidak, melainkan mengadopsi AI secara matang dan berkelanjutan.“Bukan berarti karena ada potensi bubble lalu AI tidak dibutuhkan. AI tetap penting, tapi harus diadopsi dengan perhitungan yang matang,” tutur Nugroho.Selain mengungkap sikap perusahaan soal AI Bubble, Nugroho juga menggambarkan fenomena adopsi alias tren AI di Indonesia.Nugroho menilai adopsi AI di sini relatif lebih terukur dibandingkan fase teknologi baru sebelumnya.Pengalaman pahit pada era startup bubble, menurut dia, membuat pelaku industri kini lebih berhati-hati dalam berinvestasi, terutama dengan maraknya AI.

| 2026-01-15 19:50