JAKARTA, - Trotoar di sepanjang Jalan Syech Nawawi Al-Bantani, Cilincing, Jakarta Utara, yang seharusnya hak dari pejalan kaki justru dipenuhi tukang tambal ban truk kontainer.Puluhan tukang tambal ban membuka lapaknya di atas trotoar sepanjang Jalan Syech Nawawi Al-Bantani dari arah Cilincing menuju ke Cakung, Jakarta Timur.Masing-masing lapak tukang tambal ban di lokasi ini berjarak sekitar 200 hingga 500 meter.Beberapa tukang tambal ban benar-benar menggelar lapaknya di atas trotoar, sebagian lagi memiliki kios yang berada di belakang fasilitas pejalan kaki itu.Namun, meski memiliki kios, perlengkapan seperti mesin penambah angin dan ban-ban bekas tetap ditaruh di atas trotoar.Hal itu membuat sebagian badan trotoar tertutup dan tak bisa dilalui para pejalan kaki.Selain tukang tambal ban, beberapa warung kopi tendaan juga menganggu aktivitas pejalan kaki di trotoar ini.Mirisnya lagi, kondisi paving block trotoar rusak dan tidak rata. Bahkan, ada beberapa titik di trotoar yang paving block-nya hilang sehingga tersisa tanah dan pasir.Baca juga: Bikin Sopir Truk Kelelahan, Ini Penyebab Truk Sampah Antre Berjam-jam di BantargebangKondisi trotoar yang rusak membuat pejalan kaki enggan melintas di atasnya."Selain diduduki tukang tambal ban, trotoar di sini juga enggak rata, banyak rusak. Padahal kan ini penting banget buat pejalan kaki. Malah kalau jalan di atas trotoar takut jatuh," ujar pejalan kaki bernama Nurul (34) saat diwawancarai Kompas.com di lokasi, Selasa .Rusaknya trotoar membuat Nurul terpaksa melintas di bahu jalan dan bersebelahan langsung dengan kendaraan-kendaraan berat, mengingat Jalan Syech Nawawi Al-Bantani merupakan jalur utama lalu lintas truk dari pelabuhan.Setiap kali melintas di jalan ini, Nurul selalu dihantui rasa khawatir. Jika tak berhati-hati, bisa saja dirinya tertabrak kendaraan berat.Pejalan kaki bernama Rafa (27) juga terganggu dengan berubahnya fungsi trotoar di Cilincing."Saya juga awalnya kaget karena lama-lama makin tertutup sama tukang tambal ban, warung, dan lain-lainnya sampai enggak tahu harus jalan di mana lagi," jelas dia.Namun, Rafa berusaha memahami bahwa keberadaan tukang tambal ban di lokasi itu memang dibutuhkan para sopir truk yang berlalu lalang setiap harinya.Baca juga: Ada 2 Demo di Jakarta 12 Desember, Ribuan Personel DisiagakanSejumlah tukang tambal ban kontainer mengaku sudah bertahun-tahun membuka lapak di lokasi ini.Napitupulu (27) salah satunya, yang sudah membuka usaha tersebut selama dua tahun.Kios tambal ban yang disewa Napitupulu dari warga sekitar berada di belakang trotoar.Namun, perlengkapan usahanya seperti ban dan velg kontainer memang ditaruh di atas trotoar karena kiosnya yang kecil.
(prf/ega)
Kala Trotoar Cilincing "Dijajah" Puluhan Tukang Tambal Ban Truk Kontainer
2026-01-12 02:20:04
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 11:21
| 2026-01-12 11:18
| 2026-01-12 11:06
| 2026-01-12 10:48
| 2026-01-12 10:25










































