Tragedi Terjun Payung di Pangandaran, Angin Kencang di Ketinggian 10.000 Feet Diduga Jadi Pemicu

2026-01-12 05:58:01
Tragedi Terjun Payung di Pangandaran, Angin Kencang di Ketinggian 10.000 Feet Diduga Jadi Pemicu
– Tragedi maut mewarnai gelaran Kejuaraan Daerah (Kejurda) sekaligus Babak Kualifikasi (BK) Porprov Jawa Barat cabang olahraga terjun payung di Bandara Nusawiru, Kabupaten Pangandaran, Selasa .Insiden yang dipicu perubahan angin kencang di ketinggian 10.000 feet tersebut mengakibatkan dua atlet senior asal Kabupaten Bandung jatuh ke laut.Dalam peristiwa ini, satu orang dinyatakan meninggal dunia, sementara satu lainnya yang sempat hilang akhirnya juga dilaporkan meninggal dunia setelah proses evakuasi.Peristiwa nahas ini bermula saat lima orang atlet melakukan sesi free fall (terjun bebas) menggunakan pesawat latih Cessna 185 PK-SRC milik Fly School Ganesha. Pesawat lepas landas dari Bandara Nusawiru sekitar pukul 10.15 WIB.Kapolres Pangandaran, AKBP Andri Kurniawan, menjelaskan bahwa saat para penerjun berada di udara, terjadi fenomena cuaca yang tidak terduga."Pada ketinggian kurang lebih 10.000 feet, terjadi perubahan arah dan kecepatan angin yang cukup signifikan. Hal ini menyebabkan para penerjun kehilangan kendali dan keluar dari Drop Zone (DZ) yang telah ditentukan," ujar Andri melalui keterangan tertulis, Selasa.Baca juga: Kesaksian Nelayan Detik-detik Jatuhnya Atlet Terjun Payung di Pangandaran: Turunnya Cepat Sekali...Kondisi angin kencang tersebut membuat para atlet terlempar jauh dari titik pendaratan seharusnya.Tiga atlet berhasil melakukan pendaratan darurat di bibir pantai dan area pohon pinus dekat Pantai Bojongsalawe dalam kondisi selamat. Namun, dua atlet lainnya terhempas ke perairan laut.Dadan Hidayat (51), seorang nelayan setempat yang berada di lokasi, menyaksikan detik-detik jatuhnya para penerjun di Perairan Bojongsalawe, Kecamatan Parigi. Menurutnya, ada kejanggalan pada gerak turun kedua korban."Penerjun yang pertama itu paling cepat turunnya ke bawah, kemudian disusul oleh satu penerjun lagi. Turunnya agak cepat, berbeda dari penerjun yang lain, meski parasut terlihat mengembang," tutur Dadan kepada wartawan di lokasi kejadian.Dadan dan nelayan lainnya sempat berusaha mengejar posisi jatuhnya korban menggunakan perahu. Namun, salah satu korban tenggelam sebelum bantuan sempat menjangkau posisinya.Baca juga: Kronologi Kecelakaan Terjun Payung di Pangandaran, 2 Atlet Meninggal Usai Jatuh ke LautDua korban yang meninggal dunia merupakan atlet senior yang memiliki jam terbang tinggi dalam dunia olahraga dirgantara. Berdasarkan data yang dihimpun, berikut identitas korban:Tiga atlet lainnya yang dinyatakan selamat adalah Khudlori, Muhammad Almuthofa, dan Karni. Ketiganya langsung mendapatkan penanganan medis intensif.Ketua Umum KONI Jawa Barat, Budiana, menyatakan duka mendalam atas tragedi ini. Ia menyebut kedua korban adalah sosok berjasa bagi olahraga terjun payung nasional."Kalau dilihat dari sisi usia, nampaknya kedua atlet ini sudah senior dan banyak mengikuti kegiatan, baik single maupun multi event. Kami mengedepankan aspek kemanusiaan untuk menghormati jasa besar almarhum di dunia terjun payung Jawa Barat dan Nasional," kata Budiana saat dihubungi, Selasa.Baca juga: Kecelakaan Terjun Payung di Pangandaran: Satu Atlet Meninggal Dunia, Satu Lainnya Hilang di Laut


(prf/ega)