Harga Emas Pegadaian Hari Ini 10 Desember 2025: Galeri24 Turun, UBS Naik

2026-01-17 03:19:51
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 10 Desember 2025: Galeri24 Turun, UBS Naik
– Harga emas hari ini di Pegadaian, Rabu pukul 07.30 WIB terpantau mengalami perubahan dibandingkan kemarin, baik emas batangan Galeri24 maupun UBS.Untuk produk Galeri 24, harga emas turun Rp 8.000 ke level Rp 2.434.000 dari sebelumnya Rp 2.442.000. Sementara itu, harga emas UBS hari ini terpantau naik Rp 2.000 menjadi Rp 2.474.000 dari Rp 2.472.000.Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini 10 Desember 2025: Rp 2,403 Juta per Gram, Cek DaftarnyaPegadaian menyediakan emas batangan dalam berbagai ukuran mulai dari 0,5 gram hingga 500 gram. Khusus produk Galeri 24, tersedia pula ukuran jumbo 1.000 gram bagi masyarakat yang ingin berinvestasi dalam jumlah besar.Pemantauan harga emas hari ini penting dilakukan agar pembelian bisa disesuaikan dengan pergerakan pasar dan kebutuhan investasi.Baca juga: Cara Menabung Emas di Pegadaian untuk Pemula, Keuntungan, dan SyaratnyaBerikut daftar lengkap harga emas Pegadaian berdasarkan data resmi Sahabat Pegadaian per Rabu pukul 07.30 WIB:Harga emas Galeri24Baca juga: Pensiun Tenang dan Aman: Ini Tips Cara Menyiapkan Dana Hari Tua Sejak DiniHarga emas UBSBagi Anda yang berencana membeli emas batangan hari ini, daftar harga di atas dapat menjadi acuan untuk membandingkan ukuran sesuai kebutuhan. Harga emas dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar.Baca juga: Libur Akhir Tahun 2025: Jadwal Libur Sekolah, Tanggal Merah, dan Cuti Bersama Desember 2025


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

di sela acara peluncuran AI Innovation Hub di Institut Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat, Selasa .Baca juga: Telkomsel Resmikan AI Innovation Hub di ITB, Perkuat Pengembangan AI NasionalDalam menyikapi AI Bubble, salah satu langkah konkret yang dilakukan Telkomsel adalah tidak gegabah melakukan investasi besar pada infrastruktur AI, seperti pembelian perangkat komputasi mahal, tanpa perhitungan pengembalian yang jelas.Menurut Nugroho, perkembangan teknologi AI sangat cepat, sehingga investasi perangkat keras yang dilakukan terlalu dini berisiko menjadi tidak relevan dalam waktu singkat.“Kalau kami investasi terlalu besar di awal, tapi teknologinya cepat berubah, maka pengembalian investasi (return on investment/ROI) akan sulit tercapai,” ungkap Nugie.Sebagai gantinya, Telkomsel memilih pendekatan yang lebih terukur, antara lain melalui kolaborasi dengan mitra, pemanfaatan komputasi awan (cloud), serta implementasi AI berbasis kebutuhan nyata (use case driven).Baca juga: Paket Siaga Peduli Telkomsel, Internet Gratis untuk Korban Bencana di SumateraWalaupun ancaman risiko AI Bubble nyata, Telkomsel menegaskan bahwa AI bukan teknologi yang bisa dihindari. Tantangannya bukan memilih antara AI atau tidak, melainkan mengadopsi AI secara matang dan berkelanjutan.“Bukan berarti karena ada potensi bubble lalu AI tidak dibutuhkan. AI tetap penting, tapi harus diadopsi dengan perhitungan yang matang,” tutur Nugroho.Selain mengungkap sikap perusahaan soal AI Bubble, Nugroho juga menggambarkan fenomena adopsi alias tren AI di Indonesia.Nugroho menilai adopsi AI di sini relatif lebih terukur dibandingkan fase teknologi baru sebelumnya.Pengalaman pahit pada era startup bubble, menurut dia, membuat pelaku industri kini lebih berhati-hati dalam berinvestasi, terutama dengan maraknya AI.

| 2026-01-17 01:18