— Peristiwa dramatis dan mengharukan terjadi di tengah banjir bandang Aceh yang melanda wilayah pesisir Kabupaten Aceh Utara.Di tengah gelap malam, hujan deras yang tak kunjung reda, serta genangan air setinggi dua meter yang menenggelamkan permukiman Desa Lueng Baro, Kecamatan Lapang, seorang ibu bernama Nurma (40) harus menghadapi detik-detik paling menegangkan dalam hidupnya: melahirkan di atas perahu.Saat sebagian besar warga berjuang menyelamatkan diri dari terjangan banjir bandang di Aceh Utara, Nurma justru memasuki fase persalinan di tengah kondisi darurat.Proses persalinan tersebut ditangani langsung oleh bidan desa, Sulaidah, yang akrab disapa Amoy, dengan segala keterbatasan peralatan medis.Dua hari sebelum hari perkiraan lahir, Nurma telah mengabari Amoy mengenai tanda-tanda persalinan. Saat itu, kondisi banjir masih berupa genangan. Amoy pun bersiaga dengan menyiapkan peralatan medis seadanya dan meletakkannya di tempat yang lebih tinggi sebagai antisipasi.Baca juga: Ketua MPR RI: Kerusakan Serius di Aceh Utara, Saya Lapor Presiden…Namun situasi berubah drastis pada Sabtu .Curah hujan ekstrem menyebabkan air banjir meninggi hingga setinggi dada orang dewasa. Warga Desa Lueng Baro berbondong-bondong mengungsi ke meunasah untuk menyelamatkan diri.Di tengah kepanikan, seorang warga mendayung perahu menuju rumah Amoy untuk menjemputnya.“Saya dijemput lagi sore hari naik perahu untuk proses persalinan. Saya sendiri sudah mengungsi ke meunasah,” ujar Amoy.Dengan bermodalkan senter yang dipasang di kepala serta sejumlah peralatan medis yang berhasil diselamatkan, Amoy kembali ke rumahnya yang sudah terendam banjir untuk mengambil jarum suntik dan aboket, meski peralatan tersebut tidak lengkap.Perahu yang membawa Amoy bersama keluarga Nurma dikayuh oleh seorang warga bernama Tasir.Satu perahu lainnya mengawal dari belakang. Kondisi hujan lebat, arus deras, serta gelap malam membuat perjalanan di tengah banjir bandang Aceh Utara itu sangat berisiko.Baca juga: Minta Dukungan Penuh MPR, Bupati Aceh Utara Ayahwa: Sawah Hancur, Infrastruktur LumpuhSaat memeriksa kondisi Nurma di atas perahu, Amoy mendapati indikasi bayi terlilit tali pusar. Keluarga pun panik dan meminta agar persalinan dilakukan di RSU Cut Meutia Aceh Utara.Namun, akses darat telah terputus akibat banjir, sehingga satu-satunya jalur hanyalah melalui perahu dengan rute yang lebih panjang menuju jalan raya.Di tengah perjalanan, kondisi Nurma semakin kritis. Rasa sakit kian hebat dan bayi sudah sangat dekat untuk dilahirkan. Waktu pun tak lagi berpihak.
(prf/ega)
Melahirkan di Atas Perahu Saat Banjir Aceh, Kisah Dramatis Bidan Selamatkan Ibu dan Bayi
2026-01-12 04:06:14
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 03:39
| 2026-01-12 02:59
| 2026-01-12 02:36
| 2026-01-12 02:27










































