LDA Nobatkan KGPH Hangabehi sebagai Pakubuwono XIV, Dualisme di Keraton Surakarta Semakin Panas

2026-02-03 18:30:36
LDA Nobatkan KGPH Hangabehi sebagai Pakubuwono XIV, Dualisme di Keraton Surakarta Semakin Panas
- Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Kasunanan Surakarta menobatkan Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Hangabehi sebagai Pakubuwono XIV, Kamis .Prosesi penobatan berlangsung di Sasana Handrawina, Keraton Solo, dengan penjagaan ketat aparat TNI dan kepolisian sejak pagi hari.Penetapan ini dilakukan setelah LDA dan Maha Menteri KGPA Tedjowulan menggelar pertemuan internal.Namun, prosesi tersebut diwarnai ketegangan karena adanya penolakan dari Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Timoer Rumbay, putri tertua almarhum Pakubuwono XIII.Baca juga: Rapat Suksesi Keraton Surakarta, KGPH Hangabehi Jadi PB XIV, Jumenengan Gusti Purboyo Tetap DigelarMomen penobatan KGPH Hangabehi dilakukan di Sasana Handrawina, kawasan dalam Keraton Surakarta.Pantauan di lapangan menunjukkan aparat keamanan berjaga ketat di area keraton demi mengantisipasi situasi yang sempat memanas.Penobatan ini dilaksanakan oleh Lembaga Dewan Adat (LDA), yang menjadi lembaga tertinggi adat di lingkungan Keraton Surakarta.Sebelumnya, LDA mengadakan rapat bersama Maha Menteri KGPA Tedjowulan untuk membahas pengangkatan penerus takhta setelah wafatnya PB XIII.Baca juga: Mengenal Tradisi Jumenengan, yang Diagendakan Keraton Solo 15 November 2025Ketegangan terjadi ketika GKR Timoer Rumbay masuk ke Sasana Handrawina dan menyampaikan keberatannya atas prosesi tersebut.Ia menilai penobatan KGPH Hangabehi bertentangan dengan komunikasi internal keluarga keraton.GKR Timoer juga menegaskan bahwa adiknya, KGPAA Hamengkunegoro, telah lebih dahulu menyatakan diri sebagai Pakubuwono XIV sesaat sebelum pemberangkatan jenazah PB XIII.Akibat perbedaan sikap ini, sempat terjadi perdebatan di lokasi antara GKR Timoer dan Gusti Moeng (Gusti Wandansari Retno Wulan).“Di mana Gusti Timoer dan adik-adiknya menyerbu Handrawina, tempat acara kita. Mereka mengatakan acara ini bertentangan dengan komunikasi internal mereka sebelumnya. Saat ini masih terjadi perdebatan antara Gusti Rumbay dan Gusti Moeng,” ungkap KGPH Suryo Wicaksono, Kamis .Dalam rapat sebelumnya, hadir Maha Menteri KGPA Tedjowulan, yang dikenal sebagai raja ad interim berdasarkan surat dari Menteri Kebudayaan Fadli Zon.Rapat tersebut juga dihadiri oleh para sentono, sesepuh, dan putra-putri dalem PB XII serta PB XIII.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Hotel bintang lima di Jakarta ini menawarkan promo bersantap malam (dinner) dan menginap spesial Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.Tersedia promo buffet makan malam Natal 24 Desember 2025 dan Hari Natal 25 Desember 2025 dengan harga Rp 450.000 per orang.Ada menu family set dengan minimum jumlah lima orang tamu. Kami bisa buatkan family set dadri appetizer sampai dessert, kata Anton ketika ditemui Kompas.com usai acara Christmas Tree Lighting Ceremony di Hotel Sultan, Jumat malam.Baca juga: Pilihan Hotel Strategis di Malaysia, Bisa Jalan Kaki ke Bukit Bintang dan KLCCSelanjutnya, promo menginap di Hotel Sultan dibanderol mulai Rp 2,7 juta net per malam. Tarif ini berlaku untuk tipe kamar Deluxe dan sudah termasuk sarapan untuk dua orang.Bila ingin menikmati paket menginap, sarapan, dan Gala Dinner di Kudus Hall Hotel Sultan untuk dua orang, tamu perlu merogoh kocek sebesar Rp 3,8 jutaan per malam.Ada potongan harga 15 persen untuk tamu yang melakukan reservasi sebelum tanggal 16 Desember 2025. Setelah itu, harganya normal, pungkas AntonBagi pengunjung yang ingin bersantap malam sambil menghitung mundur kemeriahan malam tahun baru tanpa menginap, tersedia opsi Gala Dinner di Kudus Hall seharga Rp 750.000 net per orang.Baca juga: Deretan Hotel Peraih Michelin Key 2025 di Asia, Ada dari IndonesiaHotel Sultan atau The Sultan Hotel & Residence Jakarta termasuk hotel mewah pada zamannya. Hotel bintang lima ini berlokasi di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat.Anton menyebut, Hotel Sultan merupakan hotel terbesar di Jakarta dengan luas area sekitar 13,5 hektare. Saat ini, terdapat 708 kamar di Hotel Sultan dengan delapan tipe, yakni Deluxe Room, Grand Deluxe, Premiere Deluxe, Executive Room, Garden Suite, Garden Alcove, Lagoon Suite, dan Presidential Suite.Tarif menginap di Hotel Sultan berkisar Rp 1,4 jutaan per malam untuk Deluxe Room hingga Rp 125 jutaan per malam untuk tipe Presidential Suite dengan luas kamar 800 meter persegi.Selain kamar hotel, Hotel Sultan juga menawarkan akomodasi lain (residence) yang terdiri dari apartemen dengan dua dan tiga kamar.Tarifnya berkisar mulai Rp 2,8 jutaan per malam. Akomodasi ini dilengkapi dengan fasilitas berupa kolam renang dan pusat kebugaran terpisah dari hotel.Baca juga: Hotel di Garut Pemandangan 3 Gunung, Cocok untuk Liburan Akhir Pekan

| 2026-02-03 18:52