Wacana Koalisi Permanen, PAN Pamer Sudah Dukung Prabowo pada 3 Pilpres

2026-01-11 22:28:50
Wacana Koalisi Permanen, PAN Pamer Sudah Dukung Prabowo pada 3 Pilpres
JAKARTA, - Wakil Ketua Umum (Waketum) PAN Eddy Soeparno menyingungg rekam jejak PAN yang selalu masuk barisan pendukung Prabowo Subianto dalam tiga edisi pemilihan presiden (pilpres) terakhir.Hal ini disampaikan Eddy merespons wacana membentuk koalisi permanen bagi partai-partai politik pendukung Prabowo yang dilontarkan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lhadalia."Kita PAN tidak perlu mungkin mengumumkan secara resmi, tetapi kalau dilihat dari kesejarahannya, ya, rekam jejak kita, kita tiga kali bersama-sama Pak Prabowo dan Gerindra. Jadi kita secara de facto sudah merupakan koalisi permanen dengan Gerindra dan Pak Prabowo," kata Eddy di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa .Baca juga: Elite PDIP Nilai Tak Ada Urgensi Pembentukan Koalisi PermanenOleh karena itu, ia menilai tidak mengherankan apabila PAN kembali mendukung Prabowo pada Pilpres 2029 mendatang.Wakil Ketua MPR RI ini mengatakan, PAN secara lahir dan batin sudah menjadi koalisi permanen Prabowo.Dengan demikian, tidak perlu lagi PAN membuat pernyataan resmi karena sudah teruji sejak lama."Jadi saya kira tidak perlu ada misalnya pernyataan resmi, tetapi PAN itu secara lahir batin kurang lebih, itu sudah punya ikatan yang sangat kuat dengan Pak Prabowo dan Gerindra," tutur Eddy.Baca juga: PDI-P soal Koalisi Permanen: Usulan Mengada-ada, Tak Sesuai Realita PolitikSebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, mengusulkan terbentuknya koalisi permanen untuk mewujudkan stabilitas politik di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.Usulan tersebut disampaikan Bahlil saat memberikan sambutan dalam puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Partai Golkar, di Istora Senayan, Jakarta, Jumat malam."Partai Golkar berpandangan Bapak Presiden, bahwa pemerintahan yang kuat dibutuhkan stabilitas. Lewat mimbar yang terhormat ini, izinkan kami menyampaikan saran, perlu dibuatkan koalisi permanen," ujar Bahlil dalam sambutannya.Baca juga: Soal Koalisi Permanen, AHY: Demokrat Nyaman Berada di KIM"Jangan koalisi on-off, on-off. Jangan koalisi in-out. Jangan koalisi di sana senang, di sini senang, di mana-mana hatiku senang," sambungnya.Menurut Bahlil, Indonesia sudah harus memiliki prinsip yang kuat untuk meletakkan kerangka koalisi yang benar.Bahlil menegaskan, baik penderitaan maupun kegembiraan harus dirasakan bersama-sama. "Kalau mau menderita, menderita bareng-bareng. Kalau mau senang, senang bareng-bareng," tegas Bahlil.


(prf/ega)