JAKARTA, - Pasar properti hunian vertikal di Jakarta saat ini berada dalam periode penuh tantangan.Data Colliers Indonesia menunjukkan bahwa permintaan apartemen strata-title sepanjang tahun 2024 anjlok hingga separuh dari capaian tahun sebelumnya, dengan hanya sekitar 668 unit yang terserap.Colliers memprediksi pemulihan akan berjalan gradual karena faktor fundamental: dominasi preferensi masyarakat Indonesia terhadap hunian tapak, dan fakta bahwa penjualan apartemen kini lebih didorong oleh motif investasi ketimbang kebutuhan end-user (pengguna langsung).Baca juga: Apartemen Mewah Rp 37 Miliar Per Unit Sold Out di Tengah Resesi Namun, di tengah fenomena oversupply yang melanda segmen menengah, sebuah konsep hunian premium di Central Business District (CBD) Thamrin muncul sebagai anomali pasar Le Parc Luxury Residence.Proyek ini membuktikan bahwa di kelas premium, parameter pembelian telah bergeser dari sekadar harga dan lokasi, menjadi privasi, kelengkapan ekosistem, dan kualitas.Kawasan Sudirman-Thamrin dikenal sebagai pusat komersial yang padat dengan densitas tinggi.Koridor ini didominasi oleh menara-menara pencakar langit, termasuk Autograph Tower sebagai gedung tertinggi di Indonesia saat ini, dan Luminary Tower.Le Parc, sebagai bagian dari super-block Thamrin Nine seluas 1,47 hektar. menawarkan filosofi yang kontras.Baca juga: Jutaan Calon Pembeli Bersaing Dapatkan 3 Apartemen Mewah di SeoulHead of Sales and Leasing Le Parc, Astriana Sari menjelaskan, saat ini kondisi CBD Sudirman sangat padat."Sementara Le Parc, terbatas hanya 116 unit. Strategi low-density ini adalah jawaban atas tuntutan pasar premium yang memprioritaskan privasi dan ketenangan," ujar Astriana, menjawab Kompas.com, Kamis .Strategi low-density ini adalah penawaran nilai yang unik di CBD Thamrin. Ketika ruang adalah kemewahan tertinggi di pusat kota, membatasi unit menjadi hanya 116 buah di lahan 1,47 hektar efektif menjual eksklusivitas.Baca juga: Ini Lima Apartemen Mewah Termahal di JakartaPembeli premium tidak mencari efisiensi harga. Sebaliknya, mereka mencari efisiensi ruang pribadi dan jaminan bahwa status sosial mereka tercermin dalam jumlah tetangga yang terbatas.Meskipun secara umum pasar apartemen lesu, Colliers mencatat bahwa properti yang terintegrasi dengan transportasi massal atau transit oriented development (TOD) memiliki daya tahan investasi yang lebih baik.Le Parc secara maksimal memanfaatkan keunggulan ini, karena berada di dalam pengembangan Thamrin Nine sebagai kawasan TOD paling komplit di Jakarta, dilalui MRT, CL, dan LRT.Astriana menekankan, para pembeli akan memilih apartemen yang dekat dan terintegrasi MRT atau LRT supaya investasinya tumbuh dan berkembang.Baca juga: Konstruksi Lancar, Apartemen Mewah di Jaksel Handover Lebih Cepat
(prf/ega)
Dilintasi MRT, LRT, dan Commuter Line, Le Parc Bidik Profesional Muda
2026-01-12 05:08:58
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:06
| 2026-01-12 04:20
| 2026-01-12 03:53
| 2026-01-12 03:51
| 2026-01-12 02:44










































