Waspada Cuaca Laut Periode Desember-Februari, Ini Daftarnya

2026-01-16 13:08:17
Waspada Cuaca Laut Periode Desember-Februari, Ini Daftarnya
Siap berlibur di masa Natal dan Tahun Baru (Nataru)? Sebelum bepergian, ada satu hal yang perlu diperhatikan, yakni informasi cuaca. Bersamaan dengan libur Nataru, cuaca dan lautan Indonesia biasanya terpantau "sibuk".Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan di periode Desember hingga Februari, selain curah hujan yang tinggi, secara klimatologis tinggi gelombang juga tergolong lebih tinggi dibanding bulan-bulan lain."Periode Desember hingga Februari (DJF) bukan cuma soal musim hujan, tapi juga sibuknya aktivitas cuaca di laut kita. Ibarat jalan raya saat mudik, atmosfer di atas Indonesia juga sedang "padat merayap" oleh berbagai fenomena angin yang bikin laut jadi lebih bergejolak," tulis BMKG dalam akun Instagram @infobmkg, Senin (1/12).Berikut beberapa aktivitas laut yang dapat terjadi saat akhir tahun.1. Angin Monsun AsiaBertiup dari Asia menuju Australia, angin ini menjadi pemicu utama gelombang tinggi di sebagian besar perairan dalam Indonesia.2. Gelombang Alun (Swell)Wilayah yang menghadap samudra lepas seperti perairan barat Sumatera dan selatan Jawa-NTT yang menghadap Samudra Hindia dan perairan utara Papua yang menghadap Samudra Pasifik menerima gelombang kiriman dari tengah samudra. Kondisi ini membuat tinggi gelombang bertahan di kategori sedang hingga tinggi (>1,5 meter).3. Siklon TropisKehadiran siklon tropis di belahan Bumi bagian selatan memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang secara signifikan, terutama di perairan di bagian selatan Indonesia.Desember - Monsun Asia Mulai BeraksiIbarat mesin, Angin Monsun Asia baru mulai "pemanasan" di bulan Desember. Tanda-tandanya terlihat di Laut Cina Selatan hingga perairan Kep. Natuna di mana kecepatan angin sudah mulai kencang, mencapai lebih dari 18 km/jam (>10 knot).Namun, di perairan dalam Indonesia seperti Selat Karimata, Laut Jawa hingga Laut Banda, kekuatan angin ini masih tergolong lambat, yakni berkisar 11-18 km/jam (6-10 knot). Karena dorongan angin belum maksimal, tinggi gelombang di perairan dalam pun umumnya masih rendah, yakni di bawah 1 meter.Januari - Puncak MusimMemasuki Januari, "mesin" Monsun Asia bekerja maksimal. Hembusan angin kini tidak hanya kencang, tapi juga meluas secara merata ke hampir seluruh perairan dalam, seperti Selat Karimata, Laut Jawa, Laut Maluku, Laut Halmahera hingga Laut Banda.Kecepatan angin di perairan ini meningkat menjadi di atas 18,5 km/jam (>10 knot). Dampak langsungnya jelas, laut menjadi lebih bergejolak. Tinggi gelombang di perairan dalam yang tadinya tenang, kini berpotensi naik mencapai lebih dari 1 meter.Februari - Monsun Asia Mulai MeredaDi bulan Februari, kekuatan Monsun Asia umumnya mulai melemah. Ini ditandai dengan kecepatan angin di perairan dalam yang melambat kembali ke kisaran 7-18 km/jam (4-10 knot), sehingga tinggi gelombang pun berangsir turun.Meski begitu, harus tetap waspada. Untuk perairan yang terhubung langsung dengan samudra terbuka seperti Laut Sulawesi, Laut Halmahera, Laut Sawu dan perairan Kepulauan Tanimbar, gelombang belum sepenuhnya reda dan masih bertahan di ketinggian lebih dari 0,75 meter.Selain Monsun, sistem atmosfer dan laut di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa fenomena. Kondisi angin dan gelombang di Indonesia memiliki pola musiman yang perlu diwaspadai. Walaupun ada nilai-nilai rata tahunan, kenyataannya kondisi di laut bisa berubah waktu-waktu.Ada kalanya lebih tenang, namun sering juga jauh lebih tinggi dari yang diperkirakan. Bahkan, tinggi gelombang maksimum dapat mencapai hingga dua kali tinggi gelombang signifikan. Karena itu, kewaspadaan ekstra sangat penting selama periode Desember hingga Februari.BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap selalu waspada. Kondisi realita di lapangan bisa lebih ekstrem dari prediksi rata-rata. Selalu cek update cuaca terbaru di aplikasi InfoBMKG sebelum bepergian dan berlayar. Tonton juga video "BMKG Sebut Hujan Bulanan Turun dalam Sehari di Sumatera"[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-01-16 11:57