Vonis 11 Tahun Penjara untuk F, Guru Ngaji Pelaku Kekerasan Seksual di Yogyakarta

2026-01-15 13:52:59
Vonis 11 Tahun Penjara untuk F, Guru Ngaji Pelaku Kekerasan Seksual di Yogyakarta
YOGYAKARTA, – Seorang guru ngaji di Ngampilan, Kota Yogyakarta berinisial F divonis 11 tahun penjara lantaran melakukan tindakan kekerasan seksual terhadap muridnya.Peristiwa kekerasan seksual itu menimpa beberapa korban.Salah satunya A, yang saat itu masih berusia 16 tahun dan duduk di bangku SMA pada tahun 2022.Orangtua A, SM, menceritakan kronologi peristiwa yang dialami putrinya. Saat itu, A sering mengaji di masjid dengan guru F.“A itu ditipu disuruh ambil buku, ambil laptop di rumahnya (F). Dikira anak saya ada istrinya, ada anak, ternyata sendiri. Lalu pintu ditutup (oleh F),” ujar SM, Selasa .Baca juga: 4.862 Guru Ngaji di Bangkalan Dapat Insentif dengan Total Anggaran Rp 7,8 Miliar pada Hari SantriSM menambahkan, tindakan kekerasan seksual yang dilakukan F bukan sekali, tetapi berulang, bahkan setelah pulang dari Umroh.“Setelah pulang Umroh dikira sudah berubah tetapi tetap begitu lagi. 2022 sampai awal 2023 sekitar Januari-Februari,” lanjutnya.A akhirnya memberanikan diri bercerita kepada orang tuanya, setelah memendam trauma selama beberapa waktu.“Dia merasa sudah dewasa, dan sudah memendam lama inginnya mengungkapkan ke saya. Saya juga bilang kalau saya lapor adik takut enggak, dia bilang enggak daripada ada korban lainnya,” kata SM.SM mengungkapkan, selain putrinya, terdapat 3-4 korban lainnya yang tidak berani melapor karena takut dan malu.Trauma yang dialami A begitu dalam, hingga ia sempat ingin mengakhiri hidupnya.“Dari psikolog PPA masih mendampingi. Kemarin ke Sragen sendiri ke makam bapaknya, ingin ketemu anaknya,” kata SM.“‘Saya sudah jeleh urip (bosan hidup) ingin nyusul bapak saja,’” lanjutnya menirukan ucapan putrinya.SM menambahkan, A sering berkunjung ke makam teman-temannya yang diduga menjadi korban lain F.Mengenai vonis 11 tahun penjara yang dijatuhkan Pengadilan Negeri Yogyakarta, SM merasa keputusan itu sudah cukup.“Keputusannya cukup membuat saya puas, karena putusannya tidak berubah dari tuntutan jaksa kemarin,” ujarnya.Bunyi amar putusan yang dibacakan majelis hakim menyatakan terdakwa F terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Membujuk Anak untuk melakukan persetubuhan dengannya” sebagaimana dalam Dakwaan Alternatif Pertama.Hakim menjatuhkan pidana 11 tahun penjara dan denda Rp100.000.000, dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar diganti pidana kurungan selama 6 bulan.Masa penahanan yang telah dijalani terdakwa dikurangkan dari pidana yang dijatuhkan, dan terdakwa tetap ditahan.


(prf/ega)

Berita Lainnya

Berita Terpopuler

#3

33. Bagaimana pola pengembangan paragraf ke-1, ke-2, dan ke-3 pada teks tersebutTentukan Benar (T) atau Salah (S) untuk setiap pernyataan berikut!34. Percakapan:Dini: Teks tersebut sangat menarik dan bisa menambah wawasan kita, terutama jika kita berencana untuk mengembangkan suatu bisnis kecil.Rio: Iya, pilihan katanya juga sangat mudah dimengerti sehingga orang yang awam terhadap istilah di bidang ekonomi juga mudah memahami isi informasi yang disajikan.Sena: Aku sependapat dengan kalian berdua, tetapi rasanya teks tersebut akan lebih baik jika disertai data pertumbuhan UKM dalam kurun waktu lima tahun terakhir atau pendapat ahli di bidang ekonomi.Berdasarkan percakapan tersebut, mengapa pendapat Sena sangat baik dalam menilai keakuratan informasi yang disajikan?Tentukan Setuju atau Tidak Setuju untuk setiap alasan berdasarkan isi teks!Baca juga: 30 Soal PTS PAI Kelas 3 Semester 1 Kurikulum Merdeka dan Kunci Jawaban STS Pendidikan Agama IslamTeks untuk soal nomor 35-37!Hampir 25 tahun lalu kami berpisah karena keluarga saya harus hoyongan ke kota tempat kerja Ayah yang baru di luar pulau. Tak satupun barang tertinggal di rumah lama. Begitu juga dengan sahabatku, loami harus berpisahBertemu dengannya setelah sekian lama, mengingatkan kembali pada pengalaman kami dahulu. Pengalaman yang menjadikan dia, walau tidak setiap waktu, selalu lekat di ingatan saya. Tentu dia mengingatnya pula, bahkan saya yakin rasa yang dildapnya lebih besar efeknya. Karena sebagai seorang sahabat, dia jelas jauh lebih tulus dan setia daripada saya. Tak terasa mata saya mulai berkaca-kacaSaat malam itu saya berada di sini, memperhatikannya belajar. Selesai belajar, dia menyuruh saya pulang karena hendak pergi mencari jangkrik. Saya langsung menyatakan ingin ikut, tapi dia keberatan. Ayah dan ibunya pun melarang. Saya sering mendengar cerita mengasyikan anak-anak beramai-ramai berangkat ke sawah selepas iaya untuk mencari jangkrik. Sayang, Ayah tidak pernah membolehkan saya. Tapi malam itu saya nekat dan sahabat saya itu akhirnya tidak kuasa menolak. Tidak ganti baju? tanya saya heran begitu dia langsung memimpin untuk berangkat. Itu hari Jumat, Seragam coklat Pramuka yang dikenakannya sejak pagi masih akan terpakai untuk bersekolah sehari lagi. Dia memang tidak memiliki banyak pakaian hingga seragam sekolah biasa dipakai kapan saja. Tapi memakainya untuk pergi ke sawah mencari jangkrik, rasапуа sangat tidak elokSaya mengambil alih obor dari tangannya. Rasanya belum terlalu lama kami berada di sana dan bumbung baru terisi beberapa ekor jangkrik ketika tiba-tiba angin berubah perangai. Kaget, pantat obor itu justru saya angkat tinggi-tinggi sehingga minyak mendorong sumbunya terlepas. Api dengan cepat berpindah membakar punggung saya! Terdengar teriakannya sembari melepaskan seragam coldatnya untuk dipakai menyabet punggung saya. Baju yang saya kenakan habis sepertiganya. Sahabat saya itu tanggap melingkupi tubuh saya dengan seragam coklatnya melihat saya mulai menangis dan menggigil antara kesakitan dan kedinginan Sadar saya membutuhkan pertolongan secepatnya, dia menggendong saya lalu berlari sembari membujuk-bujuk saya untuk tetap tenang. Napasnya memburu kelelahan, tapi rasa tanggung jawab yang besar seperti memberinya kekuatan berlipat untuk tetap bersama saya. (Kutipan Cerpen Seragam karya Aris Kurniawan Basuki dengan penyestialan)35. Kalimat:“Hampir 25 tahun lalu kami berpisah karena keluarga saya harus boyongan ke kota tempat kerja Ayah yang baru di luar pulau.”Penggunaan kata boyongan memperjelas peristiwa yang dialami tokoh “saya”, yaitu …Baca juga: 50 Soal UKPPPG 2025 Guru SD dan Kunci Jawaban Uji Kompetensi PPG sebagai Bahan Latihan36. Peristiwa apa yang mungkin akan terjadi kepada sahabatnya jika tokoh saya tidak ikut mencari jangkrik malam itu? Tentukan Tepat atau Tidak Tepat untuk setiap pertanyaan berikut!37. Kalimat mana saja dari dalam kutipan cerpen tersebut yang membuktikan karakter sahabat tokoh saya merupakan seorang yang setia kawan?Pilihlah jawaban yang benar!  Jawaban benar lebih dari satu. 

| 2026-01-15 12:29