Soal RI Impor Minyak dari AS, Airlangga Sebut Pertamina Tak Perlu Lelang

2026-01-12 04:00:54
Soal RI Impor Minyak dari AS, Airlangga Sebut Pertamina Tak Perlu Lelang
JAKARTA, — Pemerintah memastikan bahwa rencana pembelian minyak dari Amerika Serikat tidak akan melalui proses lelang. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Pertamina nantinya dapat membeli langsung dari perusahaan AS, seiring pembahasan skema tarif resiprokal yang hampir mencapai garis akhir.Berbicara dalam US–Indonesia Investment Summit di Jakarta, Senin , Airlangga mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan payung hukum berupa Peraturan Presiden (Perpres) untuk mengatur mekanisme tersebut. Aturan itu akan memberikan pengecualian khusus bagi perusahaan AS dalam transaksi pengadaan Pertamina.“Perpres sedang dirumuskan agar Pertamina bisa melakukan pembelian langsung, tanpa tender, untuk barang maupun kebutuhan lainnya dari perusahaan Amerika Serikat,” ujar Airlangga.Baca juga: RI Impor Minyak Mentah, Bensin, dan LPG dari AS, Kemenko: Kita Tidak Dipaksa Beli, Ada HitungannyaIa menambahkan bahwa ketentuan ini hanya berlaku dalam konteks kerja sama dagang yang sedang dinegosiasikan kedua negara. Skemanya memang dimaksudkan tanpa lelang karena merupakan bagian dari paket resiprokal yang sedang disusun.Menurut Airlangga, hampir seluruh substansi negosiasi antara Indonesia dan AS telah disepakati, termasuk urusan perpajakan dan pengaturan teknis lainnya. Kini kedua pihak tinggal memfinalisasi penyusunan dokumen legal sebelum kesepakatan dapat ditandatangani.“Mayoritas teks sudah dibahas. Tinggal penyelesaian akhir untuk legal drafting. Targetnya rampung tahun ini,” katanya.Baca juga: Tarif Trump Jadi 19 Persen, Pertamina Bersiap Impor Minyak dan LPG ASSelain soal pembelian minyak, Airlangga menyampaikan bahwa beberapa komoditas Indonesia berpotensi memperoleh tarif nol persen di pasar AS, khususnya produk yang tidak diproduksi di sana. Komoditas tersebut meliputi CPO, karet, teh, kopi, dan sejumlah produk turunan karet.Sementara itu, pembahasan tarif untuk produk tekstil dan sepatu masih berlangsung dan menjadi bagian dari diskusi lanjutan dalam paket negosiasi kedua negara.


(prf/ega)