Sejarah Mobil Anak Bangsa, Fokus Kendaraan Listrik

2026-01-13 01:19:17
Sejarah Mobil Anak Bangsa, Fokus Kendaraan Listrik
JAKARTA, – Nama Mobil Anak Bangsa (MAB) tidak bisa dilepaskan dari sosok Moeldoko, mantan Kepala Staf Kepresidenan Indonesia pada era Presiden Joko Widodo.MAB merupakan perusahaan pelopor kendaraan listrik nasional yang didirikan pada 2017 sebagai produsen Kendaraan Listrik Berbasis Baterai (KLBB).Baca juga: Spesifikasi Mobil Offroad 6x6 yang Dipakai dalam Misi Kemanusiaan di AcehMeski tergolong masih muda dari sisi usia perusahaan, MAB telah menghadirkan beragam produk dan terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan industri kendaraan listrik di Tanah Air. Pabrik bus listrik MAB di Demak, Jawa Tengah.Hingga kini, MAB memfokuskan pengembangan produknya pada kendaraan niaga, mulai dari bus listrik besar (big bus), bus listrik sedang (medium bus), truk listrik, hingga motor listrik. Sejarah MAB bermula sejak 2016, ketika perusahaan mulai melakukan riset dan pengembangan untuk bus listrik berukuran besar sepanjang 12 meter.Upaya tersebut membuahkan hasil pada pertengahan 2019, saat produk bus listrik MAB berhasil mengantongi Sertifikasi Uji Tipe dari Kementerian Perhubungan.Baca juga: Geely Sematkan Teknologi Roda Berputar 90 Derajat di EX5Pada November 2019, penjualan bus listrik pertama MAB resmi diserahterimakan kepada PT Paiton Energy.APRIL Lewat unit operasionalnya, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), APRIL menambah empat bus listrik bertipe MD 12E Normal Floor (NF).Pengembangan produk pun terus berlanjut, hingga pada 2021 MAB meluncurkan bus listrik ukuran sedang sepanjang 8 meter.Saat ini, produk bus listrik MAB, baik ukuran besar maupun sedang, telah digunakan oleh berbagai perusahaan dan instansi pemerintah."MAB terus melakukan pengembangan dan penyempurnaan berkelanjutan terhadap produk bus listriknya," tulis MAB dalam keterangan resmi, dikutip Senin .Baca juga: BYD Klaim Raih 57 Persen Pangsa Pasar Mobil Listrik Nasional/Gilang Mobil Anak Bangsa (MAB) membawa pikap listrik MAB SF T01 di PEVS 2025.Beberapa perusahaan yang memakai bus listrik MAB adalah PT Paiton Energy, PT Riau Andalan Pulp and Paper, PT Kideco Jaya Agung, PT Bukit Asam Tbk, PT Kaltim Parna Industry, PT Pupuk Kaltim, PT Chandra Asri Petrochemical, dan PT Vale Indonesia.Selain sektor swasta, sejumlah pemerintah daerah juga telah memanfaatkan bus listrik MAB, seperti Pemerintah Kota Semarang, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintah Kota Bontang, Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta, Pemerintah Kabupaten Bogor, hingga Pemerintah Kabupaten Kutai.Memasuki 2024, MAB memperluas bisnisnya ke segmen truk listrik. Beragam varian diluncurkan, mulai dari mobile office truck, truk listrik compactor sampah, truk listrik boks, truk listrik penyapu jalan (sweeper), dump truck listrik, truk listrik wood chipper, hingga truk listrik dengan crane hidrolik.Baca juga: Daftar Mobil Listrik Kecil Bisa Jalan Jakarta–Bandung Tanpa Isi DayaKompas.com/Donny Truk listrik MAB di PEVS 2025Produk truk listrik ini telah digunakan oleh PT Bank DKI, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).Masih pada 2024, PT Motor Anak Bangsa (MOAB) sebagai bagian dari MAB Group, juga meluncurkan sepeda motor listrik dengan merek Electro.Kehadiran produk ini semakin melengkapi portofolio kendaraan listrik yang dimiliki MAB Group.Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi MAB sebagai salah satu perusahaan penyedia kendaraan listrik terdepan di Indonesia.


(prf/ega)