KIP Kuliah Cair Rp14,30 Triliun, Jumlah Penerima Lebih dari 1 Juta Mahasiswa

2026-01-14 10:50:59
KIP Kuliah Cair Rp14,30 Triliun, Jumlah Penerima Lebih dari 1 Juta Mahasiswa
- Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti saintek) mengungkapkan data hasil kerja terkait pemberian bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah untuk para mahasiswa tidak mampu.Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikti saintek, Togar M Simatupang menyebut sepanjang tahun 2025 ada 200.000 mahasiswa baru yang mendapatkan KIP Kuliah."Untuk tahun ini kami telah menyampaikan kepada para penerima yang berhak dan itu sudah berhasil untuk mencapai 200.000 (orang) untuk mahasiswa baru," ungkap Togar saat temu media pada Rabu di Gedung Kemdiktisaintek, Jakarta Pusat.Adapun taget mahasiswa yang sedang mengikuti perkuliahan untuk mendapatkan KIP Kuliah mencapai 844.174 orang.Total sasaran penerima KIP Kuliah ini sesuai dengan permintaan Presiden Prabowo Subianto. Bahkan Kemendikti saintek melampaui target yang ditentukan Presiden Prabowo."Di sini ada angkanya 1.044.174 untuk sasaran dan kita sudah merealisasikannya terhadap total yang baru tadi dan juga yang sedang berjalan itu 1.050.454. Jadi ini boleh dikatakan di atas target yang ditetapkan dan jumlah rupiahnya itu sekitar 14,30 triliun." ujar Togar.https://kip-kuliah.kemdiktisaintek.go.id/ Ilustrasi KIP Kuliah. Adapun total anggaran untuk KIP Kuliah sebesar Rp 14,98 triliun.Dengan demikian secara persentase realisasi penyaluran KIP Kuliah oleh Kemendikti saintek mencapai 100,60 persen dengan anggaran yang terpakai sebanyak 95,46 persen.Di sisi lain, terkait beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) untuk daerah 3T (Terdepan, Terpencil, Tertinggal), Orang Asli Papua (OAP), anak TKI di luar negeri, dan penyandang disabilitas, sasaran penerimanya tahun 2025 adalah 9.174 mahasiswa.Baca juga: Berapa Uang KIP Kuliah Per Semester? Cek Detail BesarannyaNamun Kemendikti saintek baru mampu menyalurkan ke 8.783 mahasiswa dengan jumlah dana Rp 159,07 miliar.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

33. Bagaimana pola pengembangan paragraf ke-1, ke-2, dan ke-3 pada teks tersebutTentukan Benar (T) atau Salah (S) untuk setiap pernyataan berikut!34. Percakapan:Dini: Teks tersebut sangat menarik dan bisa menambah wawasan kita, terutama jika kita berencana untuk mengembangkan suatu bisnis kecil.Rio: Iya, pilihan katanya juga sangat mudah dimengerti sehingga orang yang awam terhadap istilah di bidang ekonomi juga mudah memahami isi informasi yang disajikan.Sena: Aku sependapat dengan kalian berdua, tetapi rasanya teks tersebut akan lebih baik jika disertai data pertumbuhan UKM dalam kurun waktu lima tahun terakhir atau pendapat ahli di bidang ekonomi.Berdasarkan percakapan tersebut, mengapa pendapat Sena sangat baik dalam menilai keakuratan informasi yang disajikan?Tentukan Setuju atau Tidak Setuju untuk setiap alasan berdasarkan isi teks!Baca juga: 30 Soal PTS PAI Kelas 3 Semester 1 Kurikulum Merdeka dan Kunci Jawaban STS Pendidikan Agama IslamTeks untuk soal nomor 35-37!Hampir 25 tahun lalu kami berpisah karena keluarga saya harus hoyongan ke kota tempat kerja Ayah yang baru di luar pulau. Tak satupun barang tertinggal di rumah lama. Begitu juga dengan sahabatku, loami harus berpisahBertemu dengannya setelah sekian lama, mengingatkan kembali pada pengalaman kami dahulu. Pengalaman yang menjadikan dia, walau tidak setiap waktu, selalu lekat di ingatan saya. Tentu dia mengingatnya pula, bahkan saya yakin rasa yang dildapnya lebih besar efeknya. Karena sebagai seorang sahabat, dia jelas jauh lebih tulus dan setia daripada saya. Tak terasa mata saya mulai berkaca-kacaSaat malam itu saya berada di sini, memperhatikannya belajar. Selesai belajar, dia menyuruh saya pulang karena hendak pergi mencari jangkrik. Saya langsung menyatakan ingin ikut, tapi dia keberatan. Ayah dan ibunya pun melarang. Saya sering mendengar cerita mengasyikan anak-anak beramai-ramai berangkat ke sawah selepas iaya untuk mencari jangkrik. Sayang, Ayah tidak pernah membolehkan saya. Tapi malam itu saya nekat dan sahabat saya itu akhirnya tidak kuasa menolak. Tidak ganti baju? tanya saya heran begitu dia langsung memimpin untuk berangkat. Itu hari Jumat, Seragam coklat Pramuka yang dikenakannya sejak pagi masih akan terpakai untuk bersekolah sehari lagi. Dia memang tidak memiliki banyak pakaian hingga seragam sekolah biasa dipakai kapan saja. Tapi memakainya untuk pergi ke sawah mencari jangkrik, rasапуа sangat tidak elokSaya mengambil alih obor dari tangannya. Rasanya belum terlalu lama kami berada di sana dan bumbung baru terisi beberapa ekor jangkrik ketika tiba-tiba angin berubah perangai. Kaget, pantat obor itu justru saya angkat tinggi-tinggi sehingga minyak mendorong sumbunya terlepas. Api dengan cepat berpindah membakar punggung saya! Terdengar teriakannya sembari melepaskan seragam coldatnya untuk dipakai menyabet punggung saya. Baju yang saya kenakan habis sepertiganya. Sahabat saya itu tanggap melingkupi tubuh saya dengan seragam coklatnya melihat saya mulai menangis dan menggigil antara kesakitan dan kedinginan Sadar saya membutuhkan pertolongan secepatnya, dia menggendong saya lalu berlari sembari membujuk-bujuk saya untuk tetap tenang. Napasnya memburu kelelahan, tapi rasa tanggung jawab yang besar seperti memberinya kekuatan berlipat untuk tetap bersama saya. (Kutipan Cerpen Seragam karya Aris Kurniawan Basuki dengan penyestialan)35. Kalimat:“Hampir 25 tahun lalu kami berpisah karena keluarga saya harus boyongan ke kota tempat kerja Ayah yang baru di luar pulau.”Penggunaan kata boyongan memperjelas peristiwa yang dialami tokoh “saya”, yaitu …Baca juga: 50 Soal UKPPPG 2025 Guru SD dan Kunci Jawaban Uji Kompetensi PPG sebagai Bahan Latihan36. Peristiwa apa yang mungkin akan terjadi kepada sahabatnya jika tokoh saya tidak ikut mencari jangkrik malam itu? Tentukan Tepat atau Tidak Tepat untuk setiap pertanyaan berikut!37. Kalimat mana saja dari dalam kutipan cerpen tersebut yang membuktikan karakter sahabat tokoh saya merupakan seorang yang setia kawan?Pilihlah jawaban yang benar!  Jawaban benar lebih dari satu. 

| 2026-01-14 10:30