PANGANDARAN, - Lima atlet terjun payung mengalami kecelakaan saat melakukan terjun payung di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Selasa .Insiden ini dipicu perubahan angin pada ketinggian 10.000 feet.Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.40 WIB. Tiga penerjun berhasil melakukan pendaratan darurat.Sementara, dua penerjun lainnya jatuh ke Perairan Bojongsalawe, Desa Karangjaladri, Kecamatan Parigi. Keduanya dinyatakan meninggal dunia.Baca juga: Pesawat Charter Tidak Terjadwal Milik Wise Air yang Mendarat Darurat di Karawang Hendak Ikut Terjun Payung di Cirebon"Dua atlet terjun payung meninggal dunia, tiga atlet lainnya berhasil selamat," kata Kapolres Pangandaran AKBP Andri Kurniawan melalui keterangan tertulis dari Humas Polres, Selasa.Andri Kurniawan menjelaskan, sebelumnya, para atlet terbang menggunakan pesawat latih Cessna 185 PK-SRC milik Fly School Ganesha.Mereka lepas landas dari Bandara Nusawiru, Kabupaten Pangandaran sekitar pukul 10.15 WIB.Andri menjelaskan, pada ketinggian kurang lebih 10.000 feet, terjadi perubahan arah angin yang cukup signifikan.Hal ini menyebabkan para penerjun kehilangan kendali dan arah pendaratan."Tiga atlet berhasil mendarat darurat di Pantai Bojongsalawe dalam kondisi selamat, sementara dua atlet lainnya jatuh ke perairan laut," ujar Andri.Baca juga: Sosok Prajurit Marinir Zaenal yang Gugur Usai Insiden Latihan Terjun Payung HUT ke-80 TNI di Teluk JakartaKorban meninggal dunia diketahui atas nama Rusli dan Widiasih. Keduanya atlet terjun payung asal Kabupaten Bandung.Sementara, korban selamat, masing-masing adalah Khudlori, Muhammad Almuthofa, dan Karni.Kini, ketiganya telah mendapatkan penanganan medis.Polres Pangandaran telah menghentikan sementara kegiatan terjun payung tersebut untuk kepentingan penyelidikan.
(prf/ega)
Kecelakaan Terjun Payung di Pangandaran: 2 Atlet Meninggal, 3 Selamat
2026-01-12 07:33:17
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:50
| 2026-01-12 06:48
| 2026-01-12 05:46
| 2026-01-12 05:20










































