Pabrik VinFast Subang Rampung 17 Bulan, Investasi Awal Rp 4,8 Triliun

2026-02-05 13:12:37
Pabrik VinFast Subang Rampung 17 Bulan, Investasi Awal Rp 4,8 Triliun
SUBANG, - VinFast resmi merampungkan pembangunan pabrik kendaraan listriknya di Subang, Jawa Barat, dalam waktu 17 bulan.CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemantoro, mengatakan pabrik ini berdiri di atas total lahan seluas 171 hektar dengan investasi sebesar 300 juta dollar AS atau setara Rp 4,8 triliun.Meski demikian, pengembangan pabrik dilakukan secara bertahap. Saat ini, area yang telah dimanfaatkan baru sekitar 9–10 hektar dari total lahan yang tersedia.Baca juga: VinFast Resmi Buka Pabrik Mobil Listrik di SubangFoto: /Ruly VinFast resmikan pabrik di Subang, Jawa Barat.“Untuk fase pertama, area yang dikembangkan sekitar 9 sampai 10 hektar. Pembangunan dilakukan bertahap sesuai dengan rencana jangka panjang VinFast di Indonesia,” ujarnya di Subang, Senin .Pada fase tersebut kapasitas terpasang pabrik berada di 50.000 unit per tahun. Sementara bila pabrik beroperasi maksimal yang terdiri dari tiga fase, kapasitasnya melonjak hingga 350.000 unit per tahun."VinFast berkomitmen untuk terus mengembangkan pabriknya ini ke fase selanjutnya. Total komitmen hingga selesai seluruh lahan ini terutilisasi mencapai 1 juta USD dollar atau 16 triliun," kata Kariyanto.Dari sisi ketenagakerjaan, keberadaan pabrik VinFast di Subang diproyeksikan mampu menyerap sekitar 5.000 hingga 15.000 tenaga kerja, menyesuaikan dengan skala produksi dan kebutuhan operasional pabrik di setiap fase pengembangan.Baca juga: Jangan Abaikan Keselamatan, Ini Tips Tidur Aman di Mobil Menurut AhliFoto: /Ruly Menteri Kordinator Perekonomian Airlangga Hartarto meresmikan pabrik VinFast di Subang, Jawa Barat, Senin .Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto mengungkapkan VinFast berencana untuk menambah investasi hingga 1 miliar USD untuk meningkatkan kapasitas produksi.Menurutnya, investasi tersebut sejalan dengan agenda pemerintah dalam mendorong percepatan transisi energi dan pengembangan industri otomotif berbasis kendaraan listrik di Indonesia.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-02-05 11:28