Uus Kuswanto Resmi Gantikan Marullah Matali sebagai Sekda Jakarta

2026-01-15 04:05:14
Uus Kuswanto Resmi Gantikan Marullah Matali sebagai Sekda Jakarta
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung resmi melantik Uus Kuswanto sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta yang baru menggantikan Marullah Matali. Pelantikan digelar di Balairung, Balai Kota DKI Jakarta, Senin .Pengangkatan Uus sebagai Sekda dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 184/TPA Tahun 2025 yang ditandatangani pada 21 November 2025. Pramono mengatakan pengisian posisi Sekda merupakan bagian dari agenda besar penataan birokrasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.“Hari ini saya melantik Sekda DKI Jakarta, Bapak Uus Kuswanto, sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 184/TPA Tahun 2025, ditandatangani tanggal 21 November,” ujar Pramono.AdvertisementDalam kesempatan itu, Pramono menyampaikan apresiasi kepada Marullah Matali, yang telah menjabat Sekda Jakarta dan mengabdi selama hampir tiga dekade di Balai Kota.“Pak Marullah sendiri sudah berada di Balai Kota selama 29 tahun. Secara khusus saya ingin menyampaikan terima kasih atas dedikasi, loyalitas, dan sumbangsih untuk kemajuan Kota Jakarta,” tuturnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Dalam pembukaan forum yang berlangsung di Hedley Bull Lecture Theater 3 tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq juga menekankan bahwa pembudayaan Bahasa Indonesia tak lagi hanya menjadi urusan domestik, tetapi sudah menjadi bagian dari strategi diplomasi yang relevan di tengah perubahan geopolitik kawasan.Ia menyebut bahwa posisi Indonesia dan Australia yang semakin strategis dalam dinamika Indo-Pasifik membuat penguatan bahasa menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.Menurutnya, kedua negara tidak hanya berbagi kedekatan geografis dan hubungan diplomatik yang panjang, tetapi juga berada pada simpul penting ekonomi masa depan.Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia dan Australia sama-sama memiliki peran besar dalam rantai pasok mineral strategis yang menjadi tulang punggung transisi energi dan industri berkelanjutan. Situasi ini menempatkan kerja sama kedua negara bukan semata hubungan bilateral, tetapi bagian dari arsitektur geoekonomi global.Di atas fondasi itulah, bahasa dan pendidikan dipandang sebagai jembatan yang memperkuat kemitraan jangka panjang. Penguasaan Bahasa Indonesia di Australia maupun peningkatan pemahaman budaya di kedua belah pihak diyakini mampu memperluas ruang kolaborasi, mulai dari dunia akademik, industri, hingga diplomasi publik.“Saya hadir mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bapak Abdul Mu’ti dalam acara Kongres Pertama Bahasa Indonesia ini untuk menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam memperkuat peran Bahasa Indonesia di kawasan regional dan global melalui diplomasi pendidikan dan kebudayaan,” tegasnya.

| 2026-01-15 03:11