Penjelasan Psikolog soal Game Kekerasan yang Picu Anak Bunuh Ibu di Medan

2026-02-04 10:22:57
Penjelasan Psikolog soal Game Kekerasan yang Picu Anak Bunuh Ibu di Medan
MEDAN, - Psikolog Forensik Irna Minauli menyatakan, paparan game online berisi kekerasan menjadi faktor kuat di balik insiden pembunuhan ibu kandung berinisial F (42) oleh anaknya, AL (12), di Kota Medan.Irna menjelaskan, game online kekerasan dapat menyebabkan anak mengalami desensitisasi atau ketidakpekaan terhadap kekerasan, sehingga menganggapnya sebagai hal normal atau bagian dari permainan."Mereka menganggap kekerasan sebagai hal yang normal atau bahkan merupakan bagian dari permainannya," kata Irna kepada Kompas.com melalui telepon pada Selasa (30/12/2025Baca juga: Kronologi Anak Bunuh Ibu di Medan, Berawal dari Game Online Namun, Irna menekankan, tidak semua anak terpengaruh tanpa adanya faktor predisposisi, yaitu kondisi laten yang membuat anak rentan.Faktor-faktor tersebut meliputi paparan kekerasan sebelumnya, keluarga yang kurang harmonis, serta kepribadian yang labil secara emosional dan kurang empati."Faktor risiko ini akan lebih terpengaruh dibandingkan jika anak tidak memiliki faktor predisposisi di atas," ujar Irna."Selanjutnya, faktor pencetus (trigger) juga akan memunculkan terwujudnya perilaku kekerasan yang ada dalam diri anak," tambahnya.Irna menambahkan, faktor game kekerasan menjadi kuat ketika ditambah dengan kondisi ibu yang sering menunjukkan tindakan kekerasan."Ya cukup kuat karena sering ditonton dan ada faktor predisposisi sebelumnya seperti keluarga yang kurang harmonis, paparan kekerasan dalam keluarga, emosi yang kurang stabil," sebut Irna.Baca juga: Polisi Tak Temukan DNA Ayah di TKP Anak Bunuh Ibu di Medan Kapolrestabes Medan Kombes Calvin Simanjuntak menyampaikan, sebelum kejadian, korban bersama dua anaknya tidur di kamar lantai satu.AL dan korban tidur di kasur atas, sementara kakaknya di kasur bawah.Suami korban beristirahat di lantai dua.Pada Rabu sekitar pukul 04.00 WIB, AL terbangun, mengambil pisau, membuka baju, dan melukai korban yang sedang tertidur."Adik (AL) mengambil pisau, membuka bajunya, dan melukai korban," kata Calvijn saat konferensi pers di Polrestabes Medan pada Senin .Korban mengalami 26 luka tikam. Kakak AL terbangun karena ditimpa adiknya dan melihat AL menikam ibu mereka berkali-kali.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-02-04 10:21