Peduli Sumatera, BSI Siapkan Promo Beli Emas Sekaligus Berdonasi

2026-01-13 06:52:44
Peduli Sumatera, BSI Siapkan Promo Beli Emas Sekaligus Berdonasi
JAKARTA, – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memberikan dukungan dalam event Langkah Emas Peduli Sumatra yang digelar di Taman Sumenep, Jakarta Pusat.Acara ini diisi dengan berbagai kegiatan mulai dari olahraga zumba, donasi bencana Sumatera bersama BSI Maslahat, pembukaan rekening BSI Emas yang dapat dimulai dari Rp 50.000, serta berbagai promo menarik, termasuk kopi gratis bagi yang ikut donasi.Event ini diikuti sekitar 2.000 pengunjung warga yang berolahraga pagi di car free day.Direktur Compliance & Human Capital BSI, Arief Adhi Sanjaya, mengatakan bahwa BSI ingin hadir lebih dekat dengan gaya hidup masyarakat, khususnya generasi muda.Baca juga: BSI Siapkan Relaksasi Pembiayaan Bagi Nasabah Terdampak Bencana SumateraTidak hanya mendukung gaya hidup aktif, BSI juga memperkenalkan produk BSI Emas sebagai solusi investasi yang mudah, aman, dan relevan untuk masa depan."Acara ini juga menjadi komitmen BSI untuk terus menggaungkan literasi dan inklusi keuangan syariah dengan cara yang sederhana, sehingga masyarakat sambil olahraga juga bisa mengetahui layanan BSI yang inklusif untuk semua kalangan, salah satunya emas," kata dia dalam keterangan resmi, Minggu .Ia menjelaskan, cukup dengan Rp 50.000, masyarakat sudah bisa membeli emas di BYOND by BSI."Ibarat membeli satu cangkir kopi, sudah bisa memiliki emas,” ujar dia.Lebih lanjut, Arief menyebut, kegiatan olahraga menjadi momentum lanjutan bagi BSI untuk memperluas inklusi dan literasi keuangan syariah, sembari mendukung aktivitas positif masyarakat, seperti olahraga dan aksi sosial.Dalam acara ini, BSI juga menghadirkan banyak promo menarik, di antaranya berbagai aktivitas interaktif seperti games, doorprize, dan saldo rekening BSI Emas dengan total Rp 15 juta.“Melalui super app BYOND by BSI, kami ingin memberikan kemudahan kepada seluruh elemen masyarakat untuk berinvestasi emas secara mudah dan aman, cukup dalam satu genggaman,” pungkas dia.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Bersamaan dengan hal tersebut, pemateri sekaligus psikolog, Muslimah Hanif mengatakan, hasil dari rapid asesmen yang dilakukan menunjukkan lebih dari 50 persen peserta menunjukkan emosi cenderung sedih.Ada sebagian dari mereka menunjukkan hasil emosi senang karena dapat bermain dan berjumla dengan teman-temannya.Hasil lain juga didapat dari wawancara informal dengan kepala sekolah dan guru. Sebagian besar dari mereka masih merasa cemas dan memerlukan bantuan untuk mengurangi rasa khawatir terkait dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu serta dampak dari bencana yang terjadi, ujar Muslimah.Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melakukan pendampingan psikososial di beberapa titik lokasi bencana. Dengan harapan, warga satuan pendidikan terdampak bencana tetap semangat dan terbangun rasa senang dalam proses pembelajaran.DOK. KEMENDIKDASMEN Mendikdasmen Abdul Mu?ti saat mengajak siswa menyanyi bersama di tenda darurat Dusun Suka Ramai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara .Pemulihan psikologis murid menjadi langkah penting sebelum proses belajar-mengajar dimulai kembali. Tanpa penanganan tepat, trauma ini dapat berkembang menjadi gangguan jiwa serius di kemudian hari dan menghambat potensi anak-anak dalam jangka panjang.Anak-anak dan remaja adalah kelompok sangat rentan terhadap trauma pascabencana. Mengalami banjir, kehilangan rumah, harta benda, atau bahkan orang yang dicintai dapat memicu gangguan kesehatan mental.Baca juga: Kementrans Monitoring Kawasan Transmigrasi Terdampak Banjir SumateraPenting juga untuk diingat bahwa guru juga menjadi korban dan mengalami trauma. Guru yang lelah secara emosional atau mengalami trauma sendiri tidak akan siap untuk mengajar secara efektif, yang pada akhirnya memengaruhi siswa.Dukungan tepat dan berkelanjutan sangat penting agar anak-anak dapat memproses trauma yang mereka alami, bangkit kembali, dan melanjutkan tugas perkembangan mereka dengan baik.

| 2026-01-13 06:42