Bobby Nasution: Kerugian Bencana di Sumut Sudah Lebih Rp 17 Triliun

2026-01-12 05:09:58
Bobby Nasution: Kerugian Bencana di Sumut Sudah Lebih Rp 17 Triliun
MEDAN, - Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyebut kerugian akibat bencana banjir bandang dan longsor di wilayahnya terus bertambah dan kini telah menembus angka Rp 17 triliun.“Update minggu lalu Rp 12 triliun, sekarang kita hitung sudah lebih Rp 17 triliun,” kata Bobby saat diwawancarai di Jalan Imam Bonjol, Kota Medan, Senin .Bobby menjelaskan, kerusakan tidak hanya terjadi pada infrastruktur seperti jalan dan jembatan, tetapi juga berdampak luas pada sektor pertanian dan fasilitas publik.“Ada sawah terdampak, ada yang gagal panen, ada jembatan putus, sekolah, rumah sakit,” ucap Bobby.Baca juga: Soal Status Bencana Nasional, Bobby: Helikopter-Jembatan dari Mana? Pusat, Bantuan Sudah Luar BiasaIa menyebutkan, kerusakan fasilitas kesehatan juga turut memperbesar nilai kerugian karena bukan hanya bangunan yang terdampak, tetapi juga peralatan medis.“Nah, rumah sakit mungkin bukan hanya bangunannya. Alat kesehatanya yang terendam segala macam dihitung lebih dari 17 triliun,” tambahnya.Sebelumnya, Bobby mengungkapkan estimasi awal kerugian akibat banjir bandang dan longsor di Sumut mencapai Rp 9,98 triliun. Angka tersebut mencakup kerusakan di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, pertanian, hingga pendidikan.“Estimasi kerugian sampai dengan hari ini ya, karena masih ada yang belum terhitung, itu kurang lebih ada Rp 9,98 triliun. Baik rumah, jalan, dam lahan pertanian, semuanya,” ujar Bobby saat memberikan keterangan di Posko Tanggap Bencana di Gedung Bakti Kwarda Sumut, Jalan AH Nasution, Medan, Minggu .Adapun rincian kerusakan meliputi 23 ruas jalan nasional dan 3 unit jembatan nasional, serta 25 ruas jalan dan 5 unit jembatan provinsi.Di sektor pertanian, tercatat 4.359 meter saluran irigasi rusak, 26 titik tanggul jebol, dan 38.878 hektar lahan pertanian terdampak, dengan 5.750 hektar di antaranya mengalami puso.Sektor perkebunan juga terdampak seluas 28.328 hektar, sementara sektor peternakan kehilangan 161.949 ekor hewan.Dari sektor pendidikan, sebanyak 397 sekolah mengalami kerusakan yang terdiri dari SMA, SMK, SLB, SD, dan SMP. Sementara di sektor kesehatan, tercatat 18 unit rumah sakit, 25 unit puskesmas, 19 unit puskesmas pembantu, dan 9 unit polindes terdampak bencana.Selain itu, sekitar 99.169 unit rumah dan lebih dari 131 rumah ibadah dilaporkan mengalami kerusakan akibat banjir dan longsor.Bobby menegaskan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berkomitmen untuk mempercepat penanganan dan pemulihan pascabencana.“Kami dari pemprov akan berupaya penuh terus mempercepat penanganan bencana di Provinsi Sumut,” kata Bobby.


(prf/ega)