Harga Bitcoin Sempat Jatuh di Bawah 100.000 Dollar AS, Analis Sebut Bukan "Bear Market"

2026-01-12 05:56:01
Harga Bitcoin Sempat Jatuh di Bawah 100.000 Dollar AS, Analis Sebut Bukan
NEW YORK, - Harga bitcoin sempat anjlok di bawah 100.000 dollar Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya sejak Juni lalu, menandai penurunan beruntun yang menyeret aset kripto terbesar di dunia itu ke wilayah pasar bearish.Namun, sejumlah pelaku industri menilai kondisi ini lebih merupakan fase koreksi ketimbang awal dari kejatuhan panjang.Setelah aksi jual besar pada Selasa, harga bitcoin berangsur pulih pada perdagangan Rabu waktu setempat.“Menurut kami, level 100.000 dollar AS adalah titik support paling penting bagi Bitcoin,” ujar Vitaliy Shtyrkin, Chief Product Officer di perusahaan pembayaran kripto B2BINPAY, dikutip dari Business Insider, Kamis .Baca juga: Harga Bitcoin Anjlok di Bawah 100.000 Dollar AS, Terendah dalam 6 BulanIa menilai, pasar kripto secara umum tengah memasuki fase koreksi, tetapi belum menunjukkan tanda-tanda bearish ekstrem. “Kemungkinan besar pasar akan bergerak konsolidatif, bukan jatuh lebih dalam ke kisaran 80.000 dollar AS,” tambahnya.Ray Youssef, CEO dan co-founder jaringan P2P terdesentralisasi Paxful, mengakui pasar sedang berada pada fase kelelahan, di mana kabar baik tak banyak menggerakkan harga sementara kabar buruk langsung menekan pasar.Namun, ia melihat potensi pemulihan jangka pendek. “Pasar kini mendekati titik kapitulasi, yang secara historis sering menandai awal pertumbuhan baru. Setelah likuidasi besar-besaran, biasanya terjadi rebound singkat,” katanya.Sentimen negatif terhadap aset kripto juga dipicu oleh ketidakpastian kebijakan moneter AS.Harapan investor bahwa The Federal Reserve akan terus melonggarkan kebijakan moneter mulai memudar setelah Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan bahwa pemangkasan suku bunga lanjutan belum tentu dilakukan dalam waktu dekat.Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa pasar kripto akan kekurangan katalis positif untuk sementara waktu.Nic Puckrin, analis kripto independen, menilai kejatuhan di bawah level psikologis 100.000 dollar AS memang menimbulkan ketakutan, namun belum menjadi alasan untuk panik. “Meski turun 20 persen dari level tertingginya, ini masih tergolong wajar dalam konteks pasar kripto. Dalam dunia aset digital, penurunan 20 persen sering kali justru menjadi peluang beli,” ujarnya.Ia memperkirakan bitcoin masih bisa mencapai 150.000 dollar dalam siklus pasar ini.Pendiri Blockpliance, Guillermo Fernandes, mengibaratkan pergerakan harga bitcoin seperti pepatah Wall Street: "the market takes the stairs up and the elevator down." Ia menilai pemulihan harga bitcoin tak akan cepat.Setelah kejatuhan tajam pada Oktober, pemulihan akan berjalan lambat. “Volatilitas kini turun ke sekitar 45 persen karena dominasi investor institusional membuat kenaikan harga lebih stabil,” ujarnya.Ia memperkirakan dengan faktor musiman kuartal IV dan pengetatan likuiditas yang mulai berkurang, harga bitcoin akan kembali lebih tinggi di akhir tahun.Sementara itu, Carlos Guzman, peneliti di perusahaan pembuat pasar kripto GSR, memperingatkan potensi tekanan jangka pendek masih ada. “Masih ada kelemahan yang tersisa dari crash 10 Oktober, dan pasar masih mencerna dampaknya,” ujarnya.Namun, Guzman tetap optimistis terhadap prospek enam hingga 12 bulan ke depan seiring percepatan adopsi kripto dan kebijakan moneter yang semakin mendukung aset berisiko.Baca juga: Harga Bitcoin Jatuh ke Bawah 100.000 Dollar AS, Apakah Awal dari Koreksi Besar?


(prf/ega)