Walkot Pekanbaru Serahkan Bantuan Rp 3 M untuk Korban Bencana Sumatera

2026-01-14 10:46:58
Walkot Pekanbaru Serahkan Bantuan Rp 3 M untuk Korban Bencana Sumatera
Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kembali menunjukkan kepedulian dan solidaritasnya kepada masyarakat Sumatera yang sedang tertimpa bencana. Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho SE MM menyerahkan bantuan kemanusiaan sebesar Rp 3 miliar untuk korban banjir dan tanah longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada BPBD Kota Pekanbaru, untuk kemudian diteruskan kepada tiga provinsi terdampak.Acara berlangsung di tengah kemeriahan Nikah Massal Gratis yang dihadiri lebih dari 10 ribu masyarakat Pekanbaru."Yang Menerima Senang, yang Memberi Juga Bahagia"Dalam sambutannya, Wali Kota Agung menegaskan bahwa pemberian bantuan ini membawa kebaikan bagi semua pihak."Bantuan ini bukan hanya membuat saudara kita yang menerima merasa senang, tetapi juga membawa kebahagiaan bagi kita yang memberi. Karena setiap kebaikan yang kita salurkan akan kembali dalam bentuk ketenangan dan keberkahan," ujarnya.Surplus Keuangan 2025 Mendorong Pekanbaru BerbagiIa menjelaskan bahwa bantuan besar ini dapat diberikan berkat membaiknya kondisi keuangan daerah."Alhamdulillah, Pekanbaru yang sebelumnya defisit kini menuju surplus. Dengan kondisi yang semakin baik, hari ini kita bisa berbagi kepada saudara-saudara kita di Sumatera," ungkapnya.Pekanbaru Green City: Peduli Lingkungan, Peduli KemanusiaanBantuan ini menegaskan bahwa Pekanbaru Green City bukan hanya menunjukkan progres pembangunan fisik dan lingkungan, tetapi juga memiliki jiwa kemanusiaan yang kuat. Sebagai ibu kota Riau, Pekanbaru hadir untuk membantu wilayah Sumatera yang membutuhkan dukungan.Simak juga Video 'Prabowo Cicipi Makanan di Tenda Pengungsi Banjir Aceh':[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-01-14 10:27