Jakarta - Menggunakan peci hitam dan kemeja batik, Penyuluh Agama Islam Pulau Samosir, Muhammad Syaban bersiap melakukan tugasnya memberikan bimbingan kepada masyarakat Pulau Samosir, Sumatera Utara. Berbekal sepeda motor, pria yang akrab disapa Ustad Syaban akan memberikan bimbingan agama kepada masyarakat muslim di Pulau Samosir.Sinar matahari dari timur yang menyinari pulau di tengah Danau Toba, menjadi penanda dimulainya tugas Syaban memberikan pembekalan pembelajaran agama Islam. Aspal jalanan yang mulai terasa panas, tidak menyurutkan niatnya membelah dari satu kampung ke kampung lain, hingga memasuki rumah penduduk yang berada di dalam Perkebunan dan diatas bukit.Syaban kerap mendatangi rumah warga muslim di Pulau Samosir, tepatnya di Kecamatan Nainggolan, Palipi, dan Onan Runggu. Sudah delapan tahun hidupnya didedikasikan untuk masyarakat muslim Pulau Samosir untuk memperdalam ilmu agama Islam.AdvertisementSyaban menyadari, masyarakat muslim di Pulau Samosir menjadi minoritas, namun bersyukur masyarakat Pulau Samosir yang beragama Nasrani tidak menyulitkannya memberikan bimbingan kepada masyarakat muslim. Bahkan, Pulau Samosir menjadi salah satu daerah menjunjung toleransi dalam beragama.“Toleransinya baik sekali, saling menghargai,” ujar Syaban kepada Rabu .Pria lulusan UIN Sumatera Utara kerap memberikan pembelajaran agama, mulai dari mengaji hingga ceramah keagamaan. Syaban turut memberikan tuntunan salat wajib maupun sunnah kepada masyarakat muslim Pulau Samosir.“Kami mengajarkan mengaji dan tata cara salat yang baik dan benar,” ucap Syaban yang berasal dari Deli Serdang.Syaban telah membuat jadwal rutin pengajian untuk masyarakat muslim Pulau Samosir. Memanfaatkan Masjid Nurul Islam, masyarakat Pulau Samosir berdatangan untuk mengikuti pengajian yang dibimbing Syaban.“Masjid Nurul Islam kami manfaatkan untuk ibadah, pengajian, hingga wirid,” jelas Syaban.Pria yang memiliki dua anak tersebut, membentuk pengajian untuk kaum perempuan pada Kamis sore. Orang tua atau kaum pria pada malam jumat, dan untuk anak kecil hingga dewasa pada Kamis hingga Sabtu.“Pengajian rutin kami laksanakan setiap minggunya,” ungkap SyabanMeskipun begitu, terkadang terdapat masyarakat muslim Pulau Samosir tidak dapat mendatangi Masjid Nurul Islam. Hal itu dikarenakan kendala transportasi dan jarak yang cukup jauh dari rumah warga.“Untuk menyiasatinya, saya mendatangi rumah warga untuk bersilaturahmi dan memberikan pengajaran,” tutur Syaban.
(prf/ega)
Mengikuti Jejak Penyuluh Agama Islam Pulau Samosir dari Pintu ke Pintu
2026-01-12 03:38:03
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:20
| 2026-01-12 03:43
| 2026-01-12 02:51
| 2026-01-12 02:20
| 2026-01-12 02:19










































