Berangkat Subuh, Pulang Larut: Cerita Pekerja Bogor–Jakarta yang Tak Pernah Usai

2026-01-11 23:19:53
Berangkat Subuh, Pulang Larut: Cerita Pekerja Bogor–Jakarta yang Tak Pernah Usai
JAKARTA, – Langit Bogor, Jawa Barat masih gelap ketika langkah-langkah tergesa mulai terdengar di sekitar Stasiun Bogor.Jarum jam belum menunjukkan pukul 04.00 WIB, tetapi peron sudah dipenuhi penumpang yang menunggu kereta pertama menuju Jakarta Kota.Dengan ransel di punggung dan jaket membalut tubuh, sebagian penumpang tampak menahan kantuk.Tak banyak percakapan. Hal yang terdengar hanya pengumuman stasiun.Baca juga: Dari Parkiran ke Peron: Jasa Titip Motor Jadi Bestie Pejuang KRL“Commuter Line tujuan akhir Stasiun Jakartakota masuk jalur dua,” ucap petugas dari pengeras suara.Kereta datang, pintu terbuka, penumpang bergerak cepat mencari ruang.Bagi para komuter, berangkat subuh bukan pilihan, melainkan kebutuhan.Perjalanan Bogor–Jakarta memakan waktu sekitar satu hingga satu setengah jam.Namun, setibanya di Manggarai, Sudirman, Tanah Abang, atau Jakarta Kota, perjalanan belum selesai.Mereka masih harus berganti moda di antaranya TransJakarta, ojek daring, atau berjalan kaki dengan menembus hiruk-pikuk ibu kota.Baca juga: Gerbong Padat dan Rutinitas Tak Berujung Jutaan Pengguna KRLRutinitas ini berulang hampir setiap hari. Pagi dihabiskan di kereta, malam dilewati dengan rute yang sama, hanya arah yang berbeda.Salah satu penumpang, Wahyu Epi Permana (37), mengaku harus bangun sejak dini hari agar tiba di kantor pukul 07.00 WIB.Setiap hari, ia pulang pergi dari rumahnya di Ciapus, Kabupaten Bogor, menuju Mangga Besar, Jakarta Barat.Rutinitas itu telah dijalaninya hampir dua tahun terakhir.“Kerja di Jakarta, rumah di Bogor. Kalau semisalnya kos di Jakarta mahal, gaji habis buat bayar kamar,” ucap Epi kepada Kompas.com, Selasa .


(prf/ega)