– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyasar nama Indah Bekti Pertiwi, teman dekat Yunus Mahatma, Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Harjono Ponorogo yang menjadi tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo.Setelah Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan pada Jumat , tim penyidik KPK kembali bergerak ke Ponorogo untuk melakukan penggeledahan rumah mewah milik Indah Pertiwi di Kelurahan Cokromenggalan, Kecamatan Ponorogo, pada Rabu .Berdasarkan pantauan Tribun Jatim Network, tim KPK tiba di rumah Indah sekitar pukul 16.25 WIB. Saat itu, Indah baru saja pulang bersama anaknya. Ia terlihat mengenakan kaus putih dan celana jins.Tak lama setelah kedatangannya, gerbang rumah langsung ditutup dan dijaga ketat oleh polisi bersenjata lengkap. Aktivitas di dalam rumah pun tampak berhenti total.Indah Pertiwi, atau dalam dokumen KPK disebut Indah Bekti Pratiwi (IBP), diketahui menjadi salah satu dari 13 orang yang diamankan dalam OTT KPK terkait kasus suap dan gratifikasi yang menyeret Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko (SUG) dan sejumlah pejabat daerah.Baca juga: Kantor Digeledah KPK, Kepala Disbudparpora Ponorogo: Kami Berikan Berkas yang DimintaKPK menduga Indah berperan penting dalam proses pencairan dana Rp 500 juta yang digunakan dalam transaksi jual beli jabatan. Ia disebut berkoordinasi dengan pegawai Bank Jatim bernama Endrika (ED) untuk mencairkan uang tersebut atas permintaan Yunus Mahatma.Uang hasil pencairan itu kemudian diserahkan kepada ipar Bupati Ponorogo, Ninik (NNK), yang bertugas menerima uang atas perintah langsung Sugiri Sancoko.“Oknum bupati Ponorogo ini meminta kepada iparnya, Saudari NNK, untuk mewakili dia menerima uang. Kasarnya seperti ini, ‘tolong deh wakili saya untuk menerima uang,’” kata Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin .Asep menuturkan, setelah menerima uang tunai Rp 500 juta, Ninik mengirimkan pesan dan foto kepada Sugiri Sancoko sebagai tanda bahwa “perintah telah dilaksanakan”.Baca juga: Dugaan Korupsi di Proyek Monumen Reog dan Museum Peradaban, KPK Geledah Disbudparpora PonorogoMeski bukan pejabat pemerintah, peran Indah Pertiwi menjadi kunci dalam pengungkapan skandal korupsi jual beli jabatan tersebut.Dari hasil OTT, Indah menjadi pihak pertama yang diamankan sebelum KPK berhasil menangkap Bupati Sugiri dan Dirut RSUD Yunus Mahatma.“Dari IBP itu kemudian diminta supaya YUM (Yunus Mahatma) kembali menemui IBP. Nah setelah ketemu, baru kita konfirmasi,” ungkap Asep Guntur.Pengakuan dari Indah inilah yang membuka jalan bagi tim KPK untuk menyita uang suap Rp 500 juta dan menetapkan para tersangka utama dalam kasus yang mengguncang Bumi Reog tersebut.Baca juga: Pembangunan Monumen Reog dan Museum Peradaban Ponorogo Tetap Berlanjut Meski Diselidiki KPKKasus korupsi ini bermula dari isu mutasi dan rotasi jabatan di Pemkab Ponorogo yang membuat sejumlah pejabat khawatir kehilangan posisi. Salah satunya, Yunus Mahatma, yang menjabat sebagai Direktur RSUD dr Harjono.Menurut Asep, Yunus berupaya “mengamankan” jabatannya dengan cara menyuap Bupati Ponorogo. Ia bahkan sempat berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo, Agus Pramono (AGP).
(prf/ega)
KPK Geledah Rumah Indah Pertiwi, Teman Dekat Dirut RSUD Ponorogo yang Terjerat Kasus Korupsi
2026-01-11 03:33:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:54
| 2026-01-11 03:02
| 2026-01-11 02:50
| 2026-01-11 02:28










































