SILANGIT, - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah dampak akibat bencara banjir dan longsor di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Mulai dari ratusan korban jiwa hingga akses infrastruktur yang terputus.Meski demikian, bantuan dari Presiden RI Prabowo Subianto dipastikan tetap mengalir.Saat ini, penanganan darurat di wilayah terdampak masih terus dilakukan. Penanganan dipimpin Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto itu difokuskan pada pencarian dan pertolongan korban, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, pembukaan akses wilayah terisolir, serta percepatan distribusi logistik, baik melalui darat maupun udara.Pada hari ketiga, setelah penetapan status tanggap darurat bencana di Provinsi Sumatera Utara, tercatat 166 korban meninggal dunia dan 143 orang masih dinyatakan hilang.Dampak terbesar terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga.“Sumatra Utara sekarang menjadi 166 jiwa meninggal dunia. Dalam satu hari ini bertambah menjadi 60 korban jiwa berkat operasi pencarian dan pertolongan oleh tim gabungan yang dipimpin oleh Basarnas. Kemudian ada 103 jiwa yang masih hilang,” ungkap Suharyanto, Sabtu .Sementara itu, ribuan warga dilaporkan masih mengungsi. Baca juga: Rano Karno Ajak Warga Berdonasi untuk Korban Bencana di Aceh, Sumut, dan SumbarAkses transportasi di wilayah ini juga mengalami kerusakan. Seperti jalur nasional Sibolga–Padang Sidempuan serta Sibolga–Tarutung mengalami putus total dan tertutup longsor.Beberapa jembatan termasuk Jembatan Pandan dan jembatan pada ruas Sibolga–Manduamas, juga terputus.Demikian juga pada sejumlah jalur kabupaten yang belum dapat diperbaiki karena medan yang berat.Di Mandailing Natal, sedikitnya tujuh wilayah terisolir akibat tertutupnya jalur lintas provinsi, sementara beberapa desa hanya bisa dijangkau menggunakan alat berat atau transportasi udara.Untuk mempercepat penanganan, berbagai alutsista dikerahakan termasuk lima helikopter perbantuan yang ditempatkan di Bandara Silangit untuk distribusi logistik ke Tapanuli Tengah dan wilayah lain yang terisolasi.“Seperti Sibolga sampai hari ketiga penanganan darurat belum bisa kita tembus lewat udara, tapi sudah bisa kita capai melalui udara untuk pendistribusian logistik,” kata Suharyanto.Helikopter BNPB, Heli TNI AD Bell 412EPI, MI-17V5 dan helikopter bantuan mitra swasta telah beroperasi aktif mendukung pendistribusian bantuan.Baca juga: Mahasiswa Rantau Aksi Solidaritas di CFD, Galang Dana untuk Korban Bencana Sumatera
(prf/ega)
Infrastruktur Porak-poranda Imbas Bencana di Sumatera, Bantuan Presiden Dipastikan Mengalir
2026-01-12 05:18:29
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:28
| 2026-01-12 05:20
| 2026-01-12 03:52
| 2026-01-12 03:37
| 2026-01-12 03:18










































