BANDA ACEH, - Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh mencatat, hingga saat ini masih ada 103 titik longsor yang belum ditangani imbas bencana yang melanda Aceh.Kepala Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional BPJN Aceh, Fikri Afzal mengatakan, sementara ini dari 171 titik longsor yang baru ditangani hanya 68 titik.“103 titik belum penanganan karena memang titik longsornya itu berurutan. Jadi kita harus menangani dari awal-awal titik longsor, setelah itu tertangani baru kita bisa mengakses ke depannya,” kata Fikri dalam konferensi pers Posko Komando Tanggap Darurat Bencana Aceh, Selasa .Baca juga: Pencarian Jenazah Korban Banjir di Aceh Utara Terkendala Ambulans RusakFikri mengunkapkan, dampak dari bencana yang melanda sejumlah wilayah di Aceh telah berdampak pada 38 ruas jalan nasional dari 166 ruas jalan terdiri dari lintas timur, tengah, barat, dan lintas penghubung.“Dari dampak tersebut ada 16 unit jembatan yang terputus. Kemudian ada 171 titik longsor, termasuk 303 titik badan jalan yang terputus atau hilang,” ujarnya.Dari 16 titik jembatan nasional yang putus, saat ini pihaknya sedang menangani lima titik yang merupakan akses-akses masuk ke ruas atau lokasi terputus selanjutnya.Seperti di lintas timur ada dua titik jembatan yang putus. Pertama, Krueng Meureudu di Kabupaten Pidie Jaya dan kini sudah sudah fungsional pada 12 Desember lalu.Kemudian Krueng Tingkeum di Bireuen, pada saat ini dibantu oleh TNI, pihaknya sedang memasang jembatan sementara atau bailey di jalur alternatif yaitu di Awe Geutah.“Saat ini sedang dilakukan pemasangan lantai dan juga untuk pembuatan akses masuk ke jembatan. Insyaallah 18 Desember bisa dilalui oleh kendaraan roda 2 maupun roda 4,” tuturnya.Baca juga: Universitas Jember Kirim 12 Relawan Medis ke Aceh Tamiang untuk Bantu Korban BanjirFikri mengakui, khusus untuk lintas wilayah tengah Aceh merupakan titik paling banyak terdampak. Terutama untuk Kota Takengon. Akses menuju ke pusat kabupaten baik dari lintas timur maupun barat belum bisa terakses atau terputus.“Pada saat ini kita sudah menyelesaikan satu jembatan di Tepin Mane, sudah operasional sejak 15 Desember 2025 dan itu bisa dilalui roda 4 sampai dengan 40 kilometer ke depan. Setelah itu ada tujuh unit jembatan lagi yang terputus dan iitu belum bisa diakses,” pungkasnya.
(prf/ega)
103 Titik Longsor di Aceh Belum Ditangani
2026-01-12 05:57:21
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:18
| 2026-01-12 05:10
| 2026-01-12 03:52










































