BREBES, - Sejumlah petani bawang merah di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terpaksa melakukan panen dini lantaran lahan pertanian mereka terendam banjir, Rabu .Hujan deras yang terjadi sejak Selasa sore hingga malam menyebabkan lahan bawang di sejumlah wilayah, seperti Kecamatan Wanasari dan Larangan, terendam air.Petani bawang asal Desa Sidamulya, Kecamatan Wanasari, Satori (40) mengatakan dirinya terpaksa memanen lebih awal untuk mencegah kerugian yang lebih besar."Rencana memang dipanen pada lima hari ke depan. Karena musibah ini terpaksa panen sekarang, karena kalau nunggu besok juga bawang pasti busuk," kata Satori, Rabu.Baca juga: Irigasi Mengering, Petani Bawang di Brebes Gunakan Air ComberanSatori mengaku harus mempekerjakan tambahan pekerja agar panen bisa dilakukan secepat mungkin."Harus cepat. Kalau busuk parah malah tidak laku dijual," ujarnya.Ia menuturkan, akibat banjir ini harga bawang merah turun drastis. Saat kondisi normal, harga di pasaran mencapai sekitar Rp 25.000 per kilogram.Namun karena terendam banjir, bawangnya hanya ditawar Rp 15.000 per kilogram."Kalau terkena banjir hanya ditawar Rp 15.000 per kilogram. Tapi terpaksa, daripada tidak dapat uang mending jual murah," pungkas Satori.Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI), Dian Alex, menyebut luasan lahan yang terdampak banjir di Kecamatan Wanasari mencapai sekitar 100 hektar.Jumlah itu tersebar di Desa Siasem, Dukuhwringin, Sidamulya, Sisalam, Jagalempeni, dan Glonggong."Paling banyak di Kecamatan Wanasari, tersebar di banyak desa. Untuk luasannya mencapai 100 hektar," ungkap Alex.Baca juga: Bertemu Petani Bawang Brebes, Gibran Janji Evaluasi Penyaluran Pupuk SubsidiSelain di Wanasari, lahan bawang merah yang terendam juga berada di Kecamatan Larangan dengan luas sekitar 60 hektar, di antaranya di Desa Rengaspendawa dan beberapa desa lain.Menurut Alex, sebagian besar tanaman yang terendam sudah hampir memasuki masa panen dengan usia antara 45 hingga 50 hari."Untuk menghindari kerugian lebih besar karena busuk, petani terpaksa memanen lebih awal dan dijual dengan harga murah," kata Alex.Ia menambahkan, bawang yang terendam banjir akan cepat membusuk dalam beberapa hari setelah dicabut, sehingga harus segera dijual. Akibat kejadian ini, kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah."Meski bisa dijual tetap rugi, karena harga jatuh. Solusinya segera dicabut atau dipanen hari ini juga, terus jual cepat. Kalau cerita rugi ya pasti, tapi mending tidak hilang semua," pungkas Alex.
(prf/ega)
Petani Bawang di Brebes Panen Dini Akibat Banjir, Harga Jual Langsung Anjlok
2026-01-11 03:57:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 04:15
| 2026-01-11 03:48
| 2026-01-11 03:42
| 2026-01-11 03:19
| 2026-01-11 01:47










































