Honorer di Salatiga jadi PPPK Paruh Waktu: Sempat Kurang TIdur, Tunggu Lem Sepatu Kering

2026-01-12 06:25:43
Honorer di Salatiga jadi PPPK Paruh Waktu: Sempat Kurang TIdur, Tunggu Lem Sepatu Kering
SALATIGA, - Penantian Riski Adi Putra, pegawai honorer Dinas Sosial Kota Salatiga, untuk status kepegawaiannya akhirnya terwujud.Ia antusias mengikuti acara penyerahan Surat Keputusan (SK) pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu yang dilaksankan pada Senin .Bahkan, sebelumnya sempat kurang tidur karena disibukkan dengan urusan sepatu.Riski sudah mengabdi sebagai pegawai honorer selama lima tahun.  Penyerahan SK dilaksankan pada Senin , di Lapangan Pancasila Kota Salatiga.Dia merasa bersyukur, karena kini sudah menyandang status kepegawaian yang lebih jelas.Baca juga: Reformasi ASN Berbalik Arah: Penghapusan PPPK Paruh Waktu"Yang pasti adalah bersyukur, karena status kepegawaian menjadi lebih pasti dan ada peningkatan, meski kontraknya per tahun tapi akan selalu diperbarui," ujarnya.Riski mengatakan tidak ada persiapan khusus dalam mengikuti upacara tersebut."Sehari sebelumnya sudah dipersiapkan, baju putih dan celana hitam sudah ada," kata dia.Hanya saja, ia mengaku sempat kurang tidur. Sebab, harus terkendala sepatu rusak.Riski sempat mencari pinjaman ke teman-temannya, namun tidak menemukan ukuran yang cocok.Baca juga: Pegawai PPPK Paruh Waktu Satpol PP di Inhu Gadaikan Pekerjaan untuk Jual Ekstasi"Namun semalam saya kurang tidur, karena sepatu yang akan digunakan untuk upacara ternyata rusak. Saya mencoba cari pinjaman ke teman-teman, ternyata tidak ada karena ukuran tidak cocok. Mau beli di toko juga sudah tutup," kata Riski.Akhirnya, dia mencari lem dan memperbaiki sendiri sepatunya."Alas sepatu dibersihkan, lalu langsung sol sepatunya saya lem dan dipres sederhana, dengan diikat. Cukup kuat, minimal bisa dipakai untuk hari ini dulu," ungkapnya.Ucapan syukur juga disampaikan Aris Arianto yang menjadi pegawai honorer sejak 2017."Pencapaian ini kan penantian panjang yang penuh ketidakpastian, kadang merasa ragu. Dari honorer ke PPPK, kami membuktikan bahwa kerja keras tidak sia-sia," kata Aris.Aris berharap dengan adanya peningkatan status ini juga menjadi penyemangat dirinya dan rekan-rekan dalam bekerja. Selain itu juga bisa menjadi awal karier yang baik.Baca juga: Delapan Honorer di Demak Gagal Diangkat PPPK Paruh Waktu, Ada yang Meninggal "Semoga langkah awal karier ini penuh berkah dan menjadi jalan untuk memberikan kontribusi terbaik bagi negeri," kata dia.


(prf/ega)