Hari Ibu, Menteri PPPA Tegaskan Komitmen Nol Toleransi pada Kekerasan Seksual dan Diskriminasi

2026-01-15 06:16:52
Hari Ibu, Menteri PPPA Tegaskan Komitmen Nol Toleransi pada Kekerasan Seksual dan Diskriminasi
Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA) Arifah Fauzi menyerukan kepada semua pemangku kepentingan untuk bersama-sama berkomitmen mewujudkan nol toleransi (tak ada toleransi) terhadap kekerasan seksual dan diskriminasi."Di momen Hari Ibu ke-97 ini saya menyerukan kepada seluruh pemangku kepentingan, mulai dari keluarga hingga parlemen untuk menjadikan nol toleransi terhadap kekerasan seksual dan diskriminasi sebagai komitmen nasional," ujar Menteri PPPA Arifah Fauzi pada puncak peringatan Hari Ibu ke-97 di Jakarta, Senin , melansir Antara.Dia menegaskan, upaya ini penting, mengingat, masih tingginya tingkat kekerasan terhadap perempuan saat ini.Advertisement"Peringatan Hari Ibu yang dilaksanakan setiap 22 Desember merupakan upaya bangsa Indonesia untuk mengenang dan menghargai perjuangan para pejuang perempuan Indonesia dalam merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan," terang Arifah.Menurut dia peringatan Hari Ibu bagi bangsa Indonesia berbeda dengan peringatan Hari Ibu di negara lain, karena identik dengan tonggak gerakan perempuan Indonesia untuk berkontribusi aktif memajukan bangsa dan negara."Peringatan Hari Ibu dimaksudkan untuk senantiasa mengingatkan seluruh rakyat Indonesia, terutama generasi muda akan makna Hari Ibu sebagai tonggak kebangkitan dalam memupuk semangat persatuan serta kesatuan seluruh perempuan Indonesia untuk menyatukan gerak dan langkah dalam membantu perjuangan merebut kemerdekaan," kata pemilik nama lengkap Arifatul Choiri Fauzi.Oleh karena itu, menurut dia, semangat perjuangan harus menjadi warisan untuk terus dilanjutkan pada saat ini dan di masa yang akan datang.Peringatan Hari Ibu bagi bangsa Indonesia, lanjut Arifah, khususnya bagi perempuan Indonesia selalu menjadi momen khusus, bukan saja sebagai peringatan untuk mengucapkan terima kasih atas jasa ibu yang begitu istimewa."Lebih dari itu, peringatan Hari Ibu bertujuan mendorong semua pemangku kepentingan dan masyarakat luas untuk memberikan perhatian dan pengakuan akan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan," pungkas Arifah Fauzi. 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-01-15 04:29