Berkaca Tsunami 2004, Pemprov Aceh Minta Lembaga Internasional Bantu Korban Banjir

2026-01-15 05:11:58
Berkaca Tsunami 2004, Pemprov Aceh Minta Lembaga Internasional Bantu Korban Banjir
BANDA ACEH, - Pemerintah Provinsi Aceh melaporkan bahwa hingga saat ini, sebanyak 1.960 relawan dari 77 lembaga telah berpartisipasi dalam upaya pemulihan bencana banjir dan longsor yang melanda daerah tersebut sejak dua pekan lalu.Juru Bicara Pemprov Aceh, Muhammad MTA, menjelaskan bahwa keikutsertaan relawan tersebut tercatat dalam Desk Relawan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Posko Aceh.Secara khusus, MTA juga mengajak relawan dari lembaga internasional untuk membantu para korban bencana di Aceh. "Mereka merupakan lembaga atau NGO lokal, nasional, dan internasional. Besar kemungkinan keterlibatan lembaga dan relawan akan terus bertambah dalam respons kebencanaan ini," ungkap MTA dalam keterangan tertulisnya, Minggu .Baca juga: Ketua MPR RI: Kerusakan Serius di Aceh Utara, Saya Lapor Presiden…Atas nama masyarakat Aceh dan para korban, MTA menyampaikan ucapan terima kasih dari Gubernur kepada semua relawan yang telah berkontribusi dalam pemulihan Aceh."Kehadiran lembaga dan relawan ini kita harapkan dapat terus memperkuat kerja-kerja kedaruratan dan pemulihan bencana yang sedang berlangsung oleh institusi pemerintahan seperti TNI, Polri, BNPB, BPBA Aceh, Basarnas, Pemda Kabupaten/Kota, ormas/OKP secara mandiri, serta segenap masyarakat Aceh," ujarnya.MTA juga menjelaskan beberapa lembaga yang sudah terdaftar dalam Desk Relawan BNPB untuk Aceh, antara lain Save The Children, Islamic Relief, ABF, DH Charity, FKKMK UGM, dan Mahtan Makassar.Selain itu, terdapat juga Relawan Nusantara, Baznas, EMT AHS UGM, Koalisi NGO HAM, Katahati Institute, Orari, Yayasan Geutanyoe, dan beberapa lembaga lainnya./Tria Sutrisna Kayu pohon berukuran besar yang terbawa arus banjir tersangkut di atap bangunan Pondok Pesantren Darul Mukhlisin Aceh Tamiang, Jumat .Baca juga: Pertamina Ungkap Kendala Distribusi BBM ke Aceh Tamiang, Lakukan Upaya Mitigasi"Secara khusus, Pemerintah Aceh secara resmi juga telah menyampaikan permintaan keterlibatan beberapa lembaga internasional, mengingat pengalaman bencana tsunami 2004, seperti UNDP dan UNICEF," tambahnya.MTA menegaskan bahwa berbagai langkah kebijakan strategis dalam upaya pemulihan Aceh akan terus dilakukan di bawah supervisi Pemerintah Pusat."Mari kita terus bersatu dalam upaya mewujudkan Aceh yang lebih baik, bangkit dari bencana ini," pungkasnya.Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan bahwa korban tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor di tiga provinsi, Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan, sudah tembus lebih dari 1.000 jiwa.Data Dashboard Penanganan Darurat Banjir dan Longsor Sumatera Tahun 2025 yang tertulis di situs Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana (Pusdatin BNPB) mencatat 1.003 warga meninggal dunia."Rekapitulasi terdampak bencana, meninggal dunia 1.003 jiwa, terakhir diperbarui pada 14 Desember 2025," tulis data Pusdatin BNPB, dilihat Kompas.com, Sabtu pukul 15.00 WIB.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Komitmen keberlanjutan yang digaungkan selama 25 tahun tecermin melalui berbagai program, seperti aksi donor darah bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Karangasem, pengembalian botol kosong di toko ritel, penggunaan plastik daur ulang pada kemasan, serta kegiatan rutin bersih-bersih pantai dan pura di wilayah Jasri, Karangasem.Pertumbuhan Sensatia sepanjang 2025 turut diperkuat dengan sejumlah penghargaan dari media nasional serta perluasan jaringan ritel yang kini mencapai lebih dari 40 gerai di Indonesia.Baca juga: Rutinitas Skincare Mikha Tambayong, Contek untuk Wajah Bersinar“Komitmen kami tidak berubah, yaitu menjadi brand yang relevan serta membawa dampak positif bagi lingkungan. Langkah ini memastikan nilai-nilai clean beauty yang kami junjung tetap tecermin dalam setiap produk dan inisiatif kami,” lanjut Michael.Dok. Sensatia Deretan produk Sensatia, milai dari hair and gift set hingga mother and baby. Memasuki 2026, Sensatia akan memprioritaskan pertumbuhan berkelanjutan serta penguatan identitas brand melalui inovasi produk berbahan alami berkualitas tinggi.Setiap inovasi baru akan dikembangkan sesuai standar clean beauty dan tetap menjaga prinsip ramah lingkungan.“Kami melihat 2026 sebagai momentum positif bagi industri kecantikan alami di Indonesia. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami. Kami berharap, tahun mendatang dapat menghadirkan produk perawatan kulit yang mindful dan memberikan manfaat nyata bagi keseharian,” kata Michael.Menutup 2025, Sensatia juga menghadirkan program The Art of Gifting berupa layanan complimentary gift box wrapping dengan minimum pembelanjaan tertentu di seluruh gerai.Baca juga: Skincare Malam, Langkah Penting Perawatan Kulit yang Sering Diabaikan PriaPelanggan dapat menikmati penawaran hemat hingga 25 persen sampai 31 Desember 2025.

| 2026-01-15 05:43