ACEH TENGAH, - Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, lumpuh total akibat banjir yang melanda wilayah tersebut. Korban meninggal dunia bertambah menjadi 15 orang akibat tertimbun longsor.Kadis Kominfo Aceh Tengah, Mustafa Kamal, mengatakan jumlah warga yang mengungsi sementara ini mencapai 3.213 keluarga.“Korban meninggal dunia yang terdeteksi 15 jiwa, yang hilang masih ada dan sedang pendataan,” katanya saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis .Baca juga: Warga Aceh: Lengkap Sudah Penderitaan Kami, Listrik Padam, Sinyal TerbatasMustafa menyebut intensitas hujan yang tinggi memicu tanah longsor, banjir bandang, serta merusak sejumlah infrastruktur vital.Seluruh akses transportasi darat menuju daerah tetangga, termasuk Kabupaten Bireuen, Aceh Utara, dan Nagan Raya terputus akibat longsor serta rusaknya jalan dan jembatan.“Pasokan kebutuhan makanan pokok dan logistik lainnya tidak dapat masuk ke Takengon, ini telah menimbulkan kekhawatiran akan ketersediaan pangan,” ujarnya.Selain itu, layanan dasar masyarakat ikut terdampak, ditambah listrik padam total dan terputusnya jaringan komunikasi internet di seluruh wilayah.“Kondisi ini telah menyebabkan kesulitan dalam upaya koordinasi dan penyaluran informasi,” ucapnya.Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, merespons cepat dengan menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi di seluruh wilayah. Salah satu kebijakan awal adalah meliburkan seluruh aktivitas belajar mengajar di sekolah.Langkah itu diambil demi keselamatan siswa dan guru serta memberi ruang bagi pemerintah daerah untuk fokus pada evakuasi dan penanganan darurat.“Saat ini Aceh Tengah berada dalam kondisi darurat yang sangat kritis. Isolasi total telah memutus kami dari bantuan luar, sementara kebutuhan pangan dan medis di lokasi pengungsian terus meningkat. Kami sangat berharap dan memohon bantuan dari pemerintah provinsi, pusat, dan seluruh pihak untuk segera membuka akses dan mengirimkan bantuan secepat mungkin,” ungkap Mustafa.Menurut Mustafa, Pemerintah Aceh Tengah berupaya keras menggunakan seluruh sumber daya tersisa untuk membuka jalur utama yang terputus, terutama yang vital untuk distribusi logistik dan evakuasi.Fokus saat ini adalah memastikan keselamatan warga yang mengungsi, penyediaan makanan darurat, serta pemulihan minimal jaringan komunikasi demi memudahkan koordinasi bantuan.“Dengan lumpuhnya total akses dan terputusnya komunikasi, Aceh Tengah kini sangat membutuhkan uluran tangan dari luar, baik dalam bentuk alat berat untuk pembersihan longsor, bantuan logistik mendesak, hingga tim relawan medis dan SAR,” katanya.
(prf/ega)
"Update" Banjir Aceh Tengah: 15 Warga Meninggal dan Masih Ada yang Hilang
2026-01-13 06:48:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-13 05:24
| 2026-01-13 05:06
| 2026-01-13 05:04
| 2026-01-13 04:57
| 2026-01-13 04:40










































