LABUAN BAJO - Tim gabungan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama jajaran Kepolisian menggagalkan aksi perburuan liar bersenjata di kawasan konservasi Taman Nasional (TN) Komodo.Dalam operasi gabungan itu, tim berhasil menangkap 3 pelaku perburuan liar, sementara 5 lainnya berhasil kabur.Baca juga: BTNK: Perburuan Rusa Jadi Tantangan Besar di Taman Nasional KomodoKepala Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Kemenhut, Aswin Bangun, menjelaskan dalam operasi itu petugas berhasil mengamankan tiga orang yang diduga pemburu liar.Berdasarkan keterangan awal, lanjut dia, kelompok pemburu diduga berjumlah 8 orang, dengan 5 orang lainnya termasuk pimpinan kelompok berinisial MS masih dalam pengejaran.“MS merupakan residivis kasus perburuan liar dan telah lama menjadi target operasi Ditjen Gakkum Kemenhut,” ungkap Aswin dalam siaran pers yang diperoleh Kompas.com, Kamis .Baca juga: 3 Pemburu Rusa di Kawasan Taman Nasional Komodo Terancam Penjara Seumur HidupIa menjelaskan, saat operasi itu tim sempat terlibat kontak senjata dengan kelompok pemburu liar yang diduga berulang kali memburu satwa dilindungi, khususnya rusa timor, yang merupakan satwa kunci ekosistem TN Komodo.Kejadian itu bermula pada Minggu sekitar pukul 02.30 WITA.Saat itu, tim gabungan Balai Gakkumhut, Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri, Ditpolairud Polda NTT, Satreskrim Polres Manggarai Barat, dan Balai TN Komodo mendapati kapal kayu yang diduga membawa pemburu liar di perairan sekitar Loh Serikaya, Pulau Komodo.“Saat dilakukan upaya penghentian dan pemeriksaan, kapal tersebut tidak mengindahkan peringatan dan justru melarikan diri. Pelaku bahkan melakukan perlawanan bersenjata dengan menembaki tim,” ujar Aswin.Baca juga: Tangkap 3 Pemburu Liar di Pulau Komodo, Polisi Amankan Seekor Rusa Mati hingga SenpiIa menegaskan, dalam menghadapi perlawanan tersebut, tim gabungan bertindak secara profesional dan terukur.“Personel memberikan tembakan peringatan untuk menghentikan perlawanan dan mencegah jatuhnya korban, namun pelaku tetap melawan sehingga dilakukan tindakan penegakan hukum lanjutan,” jelasnya.Kontak senjata kemudian berlanjut hingga perairan Selat Sape, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat.Karena pelaku terus melakukan perlawanan dan berupaya melarikan diri, tim gabungan melumpuhkan speed boat yang digunakan kelompok pemburu hingga kapal tersebut pecah dan tenggelam.
(prf/ega)
Berhasil Kabur, Pimpinan Kelompok Perburuan Rusa di TN Komodo Masih Diburu
2026-01-12 15:25:55
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 14:43
| 2026-01-12 14:35
| 2026-01-12 14:28
| 2026-01-12 13:37










































