Shin Tae-yong Buka Peluang Melatih di Malaysia

2026-01-12 10:20:57
Shin Tae-yong Buka Peluang Melatih di Malaysia
- Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, dikabarkan baru-baru ini melakukan kunjungan ke Malaysia.Kedatangannya adalah untuk menghadiri Piala Pemuda Internasional KFAM 2025 yang berlangsung di Sabang Jaya.Namun, kunjungan tersebut juga memicu spekulasi mengenai masa depannya sebagai pelatih.Shin Tae-yong kini dikaitkan dengan Selangor FC, yang saat ini tidak memiliki pelatih tetap.Saat ini, Selangor FC sedang ditukangi oleh pelatih interim Christophe Gamel.Menanggapi rumor ini, Shin Tae-yong tidak menutup kemungkinan untuk melatih Selangor FC.Baca juga: Erick Thohir Pastikan Shin Tae-yong Tak Kembali Latih Timnas IndonesiaPelatih asal Korea Selatan tersebut menyatakan bahwa ia tetap terbuka terhadap tawaran yang mungkin datang kepadanya.Namun, ia mengungkapkan keinginannya untuk mengambil waktu istirahat dari dunia kepelatihan."Saya belum punya tim," ungkapnya seperti dikutip oleh BolaSport.com dari NST. "Saya ingin istirahat dulu.""Saya selalu terbuka (untuk tawaran melatih) di mana pun, baik tim nasional maupun klub profesional.".Baca juga: Shin Tae-yong Disindir Pemain Ulsan HD dengan Selebrasi Main GolfSebelumnya, Shin Tae-yong sempat melatih raksasa Korea Selatan, Ulsan HD, pada awal Agustus namun masa kerjanya tidak bertahan lama dan ia dipecat pada 9 Oktober 2025.Laporan dari Korea menyebabkan bagaimana sang pelatih kehilangan dukungan ruang ganti terutama dari pemain-pemain senior di kubu juara beruntun Liga Korea tersebut.Shin Tae-yong diberhentikan oleh PSSI dari jabatan pelatih timnas Indonesia di awal tahun 2025.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

di sela acara peluncuran AI Innovation Hub di Institut Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat, Selasa .Baca juga: Telkomsel Resmikan AI Innovation Hub di ITB, Perkuat Pengembangan AI NasionalDalam menyikapi AI Bubble, salah satu langkah konkret yang dilakukan Telkomsel adalah tidak gegabah melakukan investasi besar pada infrastruktur AI, seperti pembelian perangkat komputasi mahal, tanpa perhitungan pengembalian yang jelas.Menurut Nugroho, perkembangan teknologi AI sangat cepat, sehingga investasi perangkat keras yang dilakukan terlalu dini berisiko menjadi tidak relevan dalam waktu singkat.“Kalau kami investasi terlalu besar di awal, tapi teknologinya cepat berubah, maka pengembalian investasi (return on investment/ROI) akan sulit tercapai,” ungkap Nugie.Sebagai gantinya, Telkomsel memilih pendekatan yang lebih terukur, antara lain melalui kolaborasi dengan mitra, pemanfaatan komputasi awan (cloud), serta implementasi AI berbasis kebutuhan nyata (use case driven).Baca juga: Paket Siaga Peduli Telkomsel, Internet Gratis untuk Korban Bencana di SumateraWalaupun ancaman risiko AI Bubble nyata, Telkomsel menegaskan bahwa AI bukan teknologi yang bisa dihindari. Tantangannya bukan memilih antara AI atau tidak, melainkan mengadopsi AI secara matang dan berkelanjutan.“Bukan berarti karena ada potensi bubble lalu AI tidak dibutuhkan. AI tetap penting, tapi harus diadopsi dengan perhitungan yang matang,” tutur Nugroho.Selain mengungkap sikap perusahaan soal AI Bubble, Nugroho juga menggambarkan fenomena adopsi alias tren AI di Indonesia.Nugroho menilai adopsi AI di sini relatif lebih terukur dibandingkan fase teknologi baru sebelumnya.Pengalaman pahit pada era startup bubble, menurut dia, membuat pelaku industri kini lebih berhati-hati dalam berinvestasi, terutama dengan maraknya AI.

| 2026-01-12 09:17