Harga Emas Antam Meroket di 2025, Ini Faktor-Faktor Pendorongnya

2026-02-03 06:37:13
Harga Emas Antam Meroket di 2025, Ini Faktor-Faktor Pendorongnya
JAKARTA, - Pergerakan harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) sepanjang 2025 berada dalam tren naik, dengan beberapa fase koreksi tajam di tengah jalan.Data harga emas Antam yang dirilis harian oleh laman Logam Mulia menunjukkan level harga bergerak dari kisaran Rp 1,5 jutaan per gram pada awal tahun menuju area Rp 2,6 jutaan per gram pada penghujung tahun.Harga emas Antam pada 31 Desember 2024 tercatat Rp 1.515.000 per gram sebagai pembanding menuju pergerakan tahun berikutnya. Sementara pada akhir Desember 2025, harga emas Antam sempat berada di Rp 2.605.000 per gram.Baca juga: Harga Emas Pegadaian Hari Ini 30 Desember 2025 Turun, UBS dan Galeri24 Kompak MelemahANTARA FOTO/Putra M. Akbar Harga Antam hari ini.Pada 27 Desember 2025, harga emas Antam 1 gram berada di Rp 2.589.000.Kemudian, pada hari ini, Selasa , harga emas Antam mencapai Rp 2.501.000 per gram.Perbedaan angka antar-hari ini menegaskan karakter harga emas ritel yang berubah cepat karena pembaruan harian.Memasuki Januari 2025, pergerakan harga emas Antam sudah berada di atas level penutupan akhir 2024. Kontan mencatat, pada 24 Januari 2025 harga emas Antam sempat berada di Rp 1.608.000 per gram.Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini 30 Desember 2025: Rp 2,59 Juta per Gram, Cek DaftarnyaMemasuki Maret 2025, harga emas Antam kembali mencatat penguatan. Pada 4 Maret 2025 misalnya, harga emas Antam naik Rp 25.000 menjadi Rp 1.704.000 per gram, dengan harga buyback ikut naik menjadi Rp 1.553.500.Pada fase ini, penguatan harga emas dengan sentimen global, termasuk ketidakpastian geopolitik dan arah kebijakan moneter.SHUTTERSTOCK/QUON_ID Ilustrasi emas.Dikutip dari Antara, analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, emas tetap menjadi primadona investor sebagai aset safe haven (aman)."Terutama di tengah gejolak geopolitik dan ketidakpastian kebijakan moneter global," ujar Lukman.Baca juga: Update Harga Emas Antam 29 Desember 2025: Turun Jadi Rp 2,596 Juta per Gram, Cek Daftar TerbarunyaSalah satu titik penting pada 2025 terjadi pada April ketika harga emas Antam masuk area Rp 2 juta per gram.Pada 22 April 2025, harga emas Antam naik Rp 36.000 dari Rp 1.980.000 menjadi Rp 2.016.000 per gram. Sementara itu, harga buyback naik sejalan, dari Rp 1.829.000 menjadi Rp 1.865.000 per gram.Momentum ini memperlihatkan bagaimana pergerakan emas ritel di Indonesia sering bergerak senada dengan perubahan harga emas global dan ekspektasi pasar, dengan selisih jual–buyback tetap menjadi komponen penting bagi investor ritel dalam menghitung hasil investasinya.Setelah periode penguatan pada kuartal I dan lonjakan pada April 2025 harga Antam masih mengalami fase turun-naik. Misalnya, pada 4 Juni 2025, harga emas Antam turun Rp 16.000 dari Rp 1.940.000 menjadi Rp 1.924.000 per gram.Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian 29 Desember 2025 Masih StabilSementara itu, harga buyback juga turun ke Rp 1.768.000 per gram.Memasuki paruh kedua tahun, harga Antam kembali bergerak naik. Pada pada 24 September 2025, harga emas Antam berada di Rp 2.174.000 per gram, naik Rp 10.000 dari hari sebelumnya, sementara harga buyback Rp 2.021.000 dan selisih Rp 153.000 per gram.Kenaikan menuju Rp 2,1 jutaan ini memperlihatkan bahwa level harga pada kuartal III sudah jauh di atas kisaran awal tahun.SHUTTERSTOCK/IJP2726 Ilustrasi emas Antam. Harga buyback emas Antam hari ini mencapai Rp 2,33 juta per gram.Faktor-faktor seperti arah suku bunga AS, pergerakan dolar AS, dan risiko geopolitik disebut sebagai penyebab harga emas naik pada periode ini.Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian 29 Desember 2025 Masih Stabil


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-02-03 05:06