– Dewan direksi Tesla Inc meminta para pemegang saham mendukung paket kompensasi senilai 878 miliar dollar AS atau sekitar sekitar Rp 14.679 triliun bagi CEO Elon Musk. Jika proposal itu ditolak, Musk disebut dapat meninggalkan perusahaan, sebuah risiko besar yang dapat menekan harga saham Tesla.Pemungutan suara dijadwalkan pada Kamis waktu setempat. Para analis menilai keputusan ini menjadi ujian bagi tata kelola perusahaan, mengingat nilai kompensasi tersebut menjadi yang terbesar dalam sejarah korporasi modern.Dilansir dari Reuters, dewan direksi Tesla menilai hanya Elon Musk yang mampu mewujudkan ambisi besar perusahaan di bidang kecerdasan buatan (AI), termasuk pengembangan robotaksi dan robot humanoid.Baca juga: Elon Musk Masih Terkaya, Kalahkan Gabungan Harta Zuckerberg dan Jeff BezosJika semua target tercapai dalam sepuluh tahun, kapitalisasi pasar Tesla dapat mencapai 8,5 triliun dollar AS atau sekitar Rp 142.103 triliun, dengan Musk memegang seperempat saham perusahaan.“Kalau sahamnya naik enam kali lipat—dan itu memang targetnya—saya juga akan untung besar,” kata Nancy Tengler, CEO Laffer Tengler Investments, salah satu investor Tesla.“Kenapa saya harus peduli berapa banyak uang yang dia peroleh kalau dia berhasil membawa visi itu?,” lanjut dia.Namun, sebagian investor besar dan pakar tata kelola memperingatkan bahwa keputusan ini mengandung risiko besar. Mereka menilai dewan Tesla terlalu menggantungkan masa depan perusahaan pada satu orang yang memiliki konflik kepentingan dan kekuasaan sangat besar.Charles Elson, pendiri Weinberg Center for Corporate Governance di University of Delaware, menyebut dewan Tesla seolah berada di bawah tekanan “superstar CEO”. “Menurut saya, jawaban yang tepat adalah: silakan pergi,” ujarnya.Baca juga: 10 Orang Terkaya di Dunia November 2025, Elon Musk Masih TeratasInvestor besar seperti California Public Employees' Retirement System (CalPERS) dan dana kekayaan negara Norwegia (Norges Bank Investment Management) menolak usulan kompensasi tersebut.Norges Bank menilai paket itu dapat mengurangi nilai saham dan tidak mengatasi risiko ketergantungan Tesla terhadap Musk.Di sisi lain, Krishna Palepu, profesor Harvard Business School, menilai skema tersebut tetap selaras dengan kepentingan pemegang saham. “Angkanya besar karena targetnya besar,” ujarnya.Menurut dia, Musk hanya akan menerima bayaran maksimal jika berhasil meningkatkan nilai saham Tesla secara luar biasa.Posisi tawar Musk terhadap dewan Tesla muncul dari nilai pasar perusahaan yang kini mencapai 1,5 triliun dollar AS atau sekitar Rp 25.077 triliun.Nilai itu jauh melampaui kinerja bisnis mobil listriknya yang menurun, dan lebih bertumpu pada janji Musk untuk menjadikan Tesla pemimpin di masa depan kendaraan otonom dan robotik.Ketua dewan Robyn Denholm menegaskan, kehilangan Musk dapat menggerus nilai Tesla secara signifikan. “Tanpa Elon, Tesla bisa kehilangan nilai besar karena perusahaan mungkin tak lagi dinilai berdasarkan visi masa depannya,” tulis Denholm dalam surat kepada pemegang saham pada 27 Oktober 2025.Baca juga: Geger Starlink Dipakai di Pusat Scam Online Myanmar, Kongres AS Surati Elon Musk
(prf/ega)
Elon Musk Ancam Hengkang jika Tesla Tolak Paket Gaji Rp 878 Miliar Dollar AS
2026-01-12 07:37:47
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:34
| 2026-01-12 07:28
| 2026-01-12 06:00
| 2026-01-12 05:53
| 2026-01-12 05:23










































