Prabowo Minta Menkes Terjunkan Dokter Magang ke Lokasi Pengungsi Bencana Sumatera

2026-01-16 20:16:53
Prabowo Minta Menkes Terjunkan Dokter Magang ke Lokasi Pengungsi Bencana Sumatera
JAKARTA, – Presiden Prabowo Subianto meminta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengirimkan dokter magang (internship) untuk membantu menangani persoalan kesehatan pengungsi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.“Saya kira bisa itu, perguruan tinggi bisa dikerahkan juga itu. Internship,” kata Prabowo saat memimpin rapat koordinasi di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh, Minggu , dilihat dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden.Awalnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melaporkan agar persoalan penyakit diare, infeksi saluran pernapasan, dan penyakit kulit bisa mendapatkan perhatian pemerintah. Oleh karena itu, Kemenhan berencana mengirimkan empat helikopter tambahan yang khusus menangani persoalan medis.Baca juga: Prabowo Setuju Bantuan Rp 60 Juta Per Rumah Ganti Hunian Pengungsi RusakNamun, Sjafrie meminta agar Kemenkes membantu pihaknya melengkapi helikopter tersebut dengan tenaga medis, yang dapat diterjunkan ke tempat-tempat pengungsian.Namun, Menkes Budi Gunadi mengatakan bahwa pihaknya terkendala memenuhi permintaan tersebut, lantaran banyak juga dokter yang menjadi korban di lokasi bencana. Sehingga, ia mengusulkan agar TNI-Polri dapat menerjunkan para dokter di kesatuan mereka ke lokasi bencana.“Tapi kalau boleh, TNI-Polri kan lebih gampang mobilisasinya, Pak. Kalau boleh saya pinjam dulu tiga bulan, nanti uangnya kita carikan dari saya, supaya bisa didrop ke puskesmas daerah terpencil,” kata Menkes.Baca juga: Peringatan Prabowo: Jangan Ada yang Gunakan Bencana untuk Memperkaya DiriSetidaknya, dibutuhkan sekitar 300 dokter untuk mengisi kekurangan jumlah dokter di lokasi bencana selama tiga bulan ke depan.Usai mendengarkan hal ini, Presiden Prabowo memerintahkan kepada Menkes untuk turut menerjunkan para dokter yang kini tengah magang, termasuk mahasiswa koas dengan didampingi dokter, turun ke lokasi bencana membantu penanganan pengungsi.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-01-16 20:04