BCA Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Tahun Depan 5,2 Persen, Ini Faktornya

2026-01-12 22:48:52
BCA Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Tahun Depan 5,2 Persen, Ini Faktornya
JAKARTA, - PT Bank Central Asia Tbk atau BCA memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2026 berada di kisaran 5,1-5,2 persen.Prediksi ini di bawah target pemerintah pada APBN 2026 sebesar 5,4 persen dan di bawah proyeksi Bank Indonesia (BI) sebesar 5,3 persen.Chief Economist BCA David Sumual mengatakan, pihaknya optimistis ekonomi nasional bakal tumbuh di atas 5 persen pada 2026 seiring dengan dimulainya aktivitas investasi BPI Danantara di pasar modal."Kita melihat ya sekitar 5,1-5,2 persen tahun depan mudah-mudahan tercapai. Apalagi dengan mulai bergeraknya Danantara, ya sehingga ini ekonominya berputar," ujarnya saat media briefing di Jakarta, Senin .Baca juga: Bakal Hapus Bank KBMI 1, OJK: Ekonomi Kita Butuh Bank-bank BesarSebab, meskipun Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menempatkan dana pemerintah sebesar Rp 276 triliun ke perbankan, hal tersebut belum langsung dapat menggerakkan perekonomian.Pasalnya, pada Oktober 2025 tingkat kredit menganggur (undisbursed loan) kembali naik ke level 22,97 persen meskipun Kemenkeu telah menggelontorkan dana pemerintah ke perbankan sebesar Rp 200 triliun sejak 13 September 2025.Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menunjukkan pertumbuhan ekonomi Oktober yang sebesar 7,36 persen melambat dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 7,70 persen."Jadi misalnya ditaruh dana Rp 200 triliun, tapi enggak berputar, nggak jadi kredit, sama aja bohong. Jadi uang itu harus berputar, harus ada orang belanja, ambil kredit, berputar," jelasnya.Dia juga menyebut, pertumbuhan ekonomi tahun depan mustahil akan mencapai 6 persen seperti optimisme yang digaungkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa beberapa waktu lalu.Mengingat di pengujung tahun ini, sebanyak tiga provinsi di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, mengalami bencana banjir bandang dan tanah longsor.Hal ini tentu akan mempengaruhi perekonomian daerah terdampak dan arus logistik nasional.Dia memperkirakan bencana ini berpotensi mengurangi pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 0,32 persen.Menurut olahan dan data internal tim Riset Ekonomi BCA, efek bencana Sumatera akan menurunkan 25,53 persen belanja masyarakat Sumatera Barat, 22,31 persen belanja masyarakat Sumatera Utara, dan 23,92 persen belanja masyarakat Aceh."Kalau dengan bencana ini mungkin akan ada sedikit pengaruh ya, agak aneh kalau enggak terpengaruh. Di Sumatera tiba-tiba tumbuh naik 6 persen gitu kan, jadi pasti akan ada pengaruh," ucapnya.Sementara dari sisi eksternal, pertumbuhan ekonomi tahun depan bakal dipengaruhi oleh momen ketegangan antara China dan Jepang, konflik geopolitik, hingga ketegangan lainnya.Selain itu, kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed, baik dari sisi suku bunga acuan maupun pemilihan ketua The Fed, juga bakal turut mempengaruhi kondisi perekonomian.Oleh karenanya, dibutuhkan kebijakan akomodatif untuk transmisi pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat pada 2026.


(prf/ega)