Sudah Tahu Puncak Macet: Mengapa Pengendara Tetap Datang?

2026-01-13 18:53:08
Sudah Tahu Puncak Macet: Mengapa Pengendara Tetap Datang?
JAKARTA, – Kemacetan di jalur Puncak sering dianggap sebagai "ritual tahunan", terutama saat akhir pekan dan musim liburan.Meski antrean kendaraan kerap memanjang dan perjalanan bisa memakan waktu berjam-jam, banyak masyarakat tetap memilih datang ke kawasan wisata pegunungan ini.Baca juga: Daftar Tol Baru yang Akan Dibuka di Indonesia Tahun 2026/PUTRA RAMADHANI ASTYAWAN KONTRIBUTOR BOGOR Polisi sedang memberlakukan sistem oneway menuju Jalur Puncak, Kabupaten Bogor, Jumat .Ketua Umum Inisiatif Strategis Transportasi (Instran) Budi Susandi mengatakan, kondisi tersebut tidak lepas dari pola adaptasi sosial yang terbentuk bertahun-tahun.Menurutnya, masyarakat kini sudah beradaptasi dengan pola kemacetan di Puncak.Baca juga: Curhatan Pemakai Honda HR-V 2016 Transmisi ManualKOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN Sejumlah kendaraan melintasi jalur Puncak Pass, Cianjur, Jawa Barat, Kamis . Sejak diberlakukan Operasi Lilin Lodaya 2025, arus lalu lintas di jalur wisata itu mengalami lonjakan."Banyak orang justru sudah hafal ritme lalu lintas di Puncak.Ada yang berangkat lebih pagi sebelum padat, ada yang turun lebih cepat sebelum buka–tutup.Kalaupun tetap berangkat saat ramai, mereka sudah siap terjebak macet," ujar Budi kepada Kompas.com, Minggu .Baca juga: Ini Vespa Klasik yang Paling Sulit Dirawat Menurut AhlinyaKOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSAN Sejumlah kendaraan mengular di Jalur Puncak Bogor dari arah Gunung Mas sampai Masjid Atta'Awun, Bogor, Minggu .Ia menyebut fenomena tersebut sebagai bentuk kebiasaan sosial.Bagi sebagian orang, kemacetan bahkan menjadi bagian dari pengalaman liburan itu sendiri.Kisah tidak menyenangkan saat terjebak kemacetan di Puncak justru menjadi bagian dari pengalaman yang kemudian diceritakan kembali kepada teman atau kerabat."Saya menyebutnya 'living in harmony with traffic jam'. Kemacetan itu malah jadi bagian dari cerita liburan.Macet lama, antre toilet, kehabisan bensin, mobil overheat, justru diceritakan ulang sebagai pengalaman," ucap Budi.Namun, Budi menegaskan bahwa kebiasaan "berdamai dengan kemacetan" tidak boleh dibiarkan berlangsung tanpa intervensi pemerintah.Ia menilai, kemacetan memiliki dampak yang jauh lebih luas dibanding sekadar lamanya waktu tempuh di jalan.Menurutnya, kemacetan tidak hanya membebani subsidi bahan bakar, tetapi juga memperburuk kualitas udara dan berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat.Karena itu, penanganan jalur Puncak perlu diarahkan pada kebijakan pengendalian lalu lintas yang terencana dan berkesinambungan."Pemerintah harus punya roadmap pengendalian lalu lintas Puncak yang jelas, berbasis push and pull, disosialisasikan secara terbuka, dan dijalankan konsisten," kata dia.Budi menilai, perubahan perilaku masyarakat harus diiringi dengan kebijakan transportasi yang kuat.Tanpa langkah konkret, budaya "living in harmony with traffic jam" dikhawatirkan justru akan terus berulang dari tahun ke tahun.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-01-13 16:57