DLH DKI Ungkap Kronologi Sopir Truk Sampah TPST Bantargebang Meninggal

2026-02-02 09:55:55
DLH DKI Ungkap Kronologi Sopir Truk Sampah TPST Bantargebang Meninggal
 JAKARTA, — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta membeberkan kronologi meninggalnya Kame (50), sopir truk pengangkut sampah yang bertugas di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi.DLH menegaskan, Kame tidak meninggal dunia saat bertugas atau sedang mengantre pembuangan sampah, melainkan ketika berada di kampung halamannya di Indramayu, Jawa Barat.Humas Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Yogi Ikhwan menjelaskan, almarhum mengembuskan napas terakhir di Klinik Jantung Hasna Medika, Kabupaten Indramayu, pada Sabtu pukul 10.02 WIB.Baca juga: Antrean di Bantargebang Telan Korban Lagi, Sopir Truk Sampah Meninggal Diduga Kelelahan"Berdasarkan keterangan yang diperoleh, almarhum meninggal pada Sabtu 20 Desember 2025 pukul 10.02 WIB di Kabupaten Indramayu saat sedang pulang kampung untuk menghadiri acara pernikahan anaknya," ujar Yogi melalui keterangan tertulis, Sabtu, dikutip Senin .Yogi menuturkan, pada hari kejadian, Kame tengah berada di rumah sakit untuk mendampingi istrinya yang sedang menjalani perawatan. Peristiwa bermula saat almarhum hendak menuju ruang rawat inap di lantai dua."Saat hendak menuju ruang rawat inap di lantai dua dengan menggunakan tangga, almarhum mengalami sesak napas dan sempat kehilangan kesadaran," jelas Yogi.Meski demikian, Kame sempat sadar kembali setelah kejadian tersebut. Ia kemudian berhasil mencapai ruang perawatan istrinya dan sempat berinteraksi dengan keluarga."Setelah sempat sadar kembali, almarhum berhasil mencapai ruang perawatan istrinya dan sempat meminta anaknya untuk membelikan makanan," tutur Yogi."Namun demikian, ketika anaknya kembali, almarhum kembali tidak sadarkan diri dan selanjutnya dinyatakan meninggal oleh petugas medis rumah sakit," sambungnya.Baca juga: Puluhan Truk Sampah Tangsel Parkir di Taman Tekno BSD, Warga Keluhkan Bau MenyengatBerdasarkan data medis yang diperoleh, DLH DKI Jakarta menyebutkan bahwa Kame memiliki riwayat penyakit jantung."Almarhum diketahui memiliki riwayat penyakit jantung dan selama ini rutin mengonsumsi obat jantung serta obat pengencer darah," kata Yogi.Meski kematian Kame tidak terjadi saat bertugas, DLH DKI Jakarta merespons serius informasi mengenai antrean panjang pembuangan sampah di TPST Bantargebang yang diduga memicu kelelahan para pengemudi truk.Yogi mengatakan instansinya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta untuk melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh bagi para sopir."Saya sudah berkoordinasi dengan Ibu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta untuk melaksanakan screening kesehatan bagi para pengemudi truk sampah di TPST Bantargebang," ujar Yogi."Rencananya akan dimulai pada hari Senin, 22 Desember 2025 bertempat di TPST Bantargebang," imbuhnya.Baca juga: Penyebab Meninggalnya Sopir Truk Sampah yang Diduga Kelelahan Antre Lama di Bantargebang


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Angkringan Balap Paseban viral karena keragaman menu dan suasananya yang selalu ramai.Menu andalan berupa nasi kucing dengan pilihan lauk seperti tempe, sambal usus, sambal teri, hingga ayam geprek menjadi favorit pengunjung.Harga yang ditawarkan relatif terjangkau, berkisar Rp 3.000 hingga Rp 4.000 per item. Angkringan ini buka mulai pukul 16.00 hingga 22.00 WIB.Tingginya minat pengunjung membuat antrean kerap terbentuk bahkan sebelum jam buka. Datang lebih awal menjadi strategi utama untuk mendapatkan tempat duduk dan pilihan menu yang masih lengkap.Mangut Lele Mbah Marto menjadi representasi kuliner tradisional Yogyakarta yang bertahan di tengah tren kekinian.Warung ini dikenal dengan konsep pawon atau dapur tradisional yang bisa disaksikan langsung oleh pengunjung.Kompas.com/Silvita Agmasari Mangut lele yang dijual di warung Mbah Marto, Bantul, Yogyakarta.Lele yang digunakan tidak digoreng, melainkan diasap terlebih dahulu dengan tusukan pelepah daun kelapa sebelum dimasak menjadi mangut.Metode pengasapan ini menghasilkan aroma khas dengan cita rasa manis dan gurih yang kuat. Mangut lele disajikan dengan kuah santan pedas yang menjadi ciri khas masakan tradisional Jawa.Baca juga: Itinerary Kulineran Serba Legendaris di Yogyakarta Bujet Rp 150.000Mangut Lele Mbah Marto berlokasi di Jalan Sewon Indah, Ngireng-ireng, Panggungharjo, Sewon, Bantul.Warung ini buka mulai pukul 10.00 hingga 20.00 WIB. Harga mangut lele dibanderol sekitar Rp 25.000 per porsi. Karena peminatnya tinggi, pengunjung disarankan datang lebih awal agar tidak kehabisan.Bagi pencinta kuliner pagi, Sate Koyor Yu Ira menjadi tujuan wajib. Warung sederhana ini telah dikenal sejak puluhan tahun lalu dan berlokasi di kawasan Pasar Ngasem, pusat aktivitas warga sejak dini hari.Tribun Jogja/Hamim Thohari Sate koyorMenu andalannya adalah sate koyor, bagian urat sapi yang diolah hingga empuk dan kaya rasa.Harga sate koyor dibanderol mulai Rp 10.000, menjadikannya pilihan terjangkau bagi pengunjung pasar maupun wisatawan.Warung Yu Ira buka mulai pukul 05.00 hingga 15.00 WIB. Waktu paling ramai terjadi pada pagi hari, seiring aktivitas pasar yang padat.Datang sebelum pukul 09.00 WIB menjadi waktu ideal untuk menikmati menu favorit tanpa harus menunggu lama.

| 2026-02-02 09:51