Longsor 8 Meter Isolasi Kecamatan Peunaron Aceh Timur

2026-01-13 22:42:31
Longsor 8 Meter Isolasi Kecamatan Peunaron Aceh Timur
ACEH TIMUR, – Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, masih terisolasi hingga Senin malam.Jalan utama yang menghubungkan Kecamatan Ranto Peureulak ke Peunaron tertimbun longsor setinggi 8 meter, ditambah dengan puluhan rumah yang terseret banjir.Dia menambahkan, beberapa warga telah mencoba menerobos banjir, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil."Kebutuhan yang mendesak saat ini adalah bantuan logistik, karena di pasar tidak ada lagi logistik apapun," tutur dia.Baca juga: Korban Banjir Aceh Timur: Kami Mulai Kelaparan, Terkurung…Meskipun satu alat berat telah dikerahkan ke lokasi, Muhammad menyatakan, jumlah tersebut tidak cukup untuk membuka akses jalan yang tertimbun longsor."Setidaknya butuh 10 alat berat untuk membuka akses jalan yang tertimbun longsor sekitar 8 meter," jelasnya.Akibat kondisi ini, ribuan warga di pedalaman terkurung dan tidak dapat keluar untuk mencari bahan makanan.Baca juga: Bupati Aceh Timur: Rakyat Kami 2 Hari Tidak Makan…Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, juga menyoroti minimnya bantuan logistik kabupaten tersebut.Dia mengatakan, bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan PT Medco EP&Malaka belum memadai untuk memenuhi kebutuhan seluruh korban banjir."Tadi ada datang bantuan dari BNPB dan Medco. Yang lainnya belum datang. Jumlah itu sangat minim sekali," pungkasnya.Sebelumnya, banjir telah merendam 18 kabupaten/kota di Aceh, dan hingga kini kebutuhan bahan pangan di seluruh wilayah tersebut belum tercukupi.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-01-13 22:13