Kalender Libur Desember 2025, Tanggal 31 Apakah Cuti Bersama?

2026-02-03 03:40:03
Kalender Libur Desember 2025, Tanggal 31 Apakah Cuti Bersama?
– Kalender libur Desember 2025 menjadi perhatian banyak masyarakat karena bertepatan dengan perayaan Natal, libur sekolah semester ganjil, serta momen menjelang Tahun Baru 2026.Informasi tanggal merah dan cuti bersama di akhir tahun dinilai penting karena berkaitan dengan perencanaan perjalanan, liburan keluarga, hingga pengaturan cuti kerja.Kombinasi hari libur nasional, cuti bersama, dan akhir pekan membuka peluang libur panjang yang dimanfaatkan masyarakat untuk beristirahat atau bepergian.Baca juga: Kalender Januari 2026 Lengkap Tanggal Merah, Hari Libur Nasional, dan Long WeekendTak sedikit pula yang mempertanyakan status tanggal 31 Desember 2025, apakah termasuk cuti bersama atau tetap menjadi hari kerja.Pemerintah telah menetapkan jadwal hari libur nasional dan cuti bersama 2025 melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri.Berdasarkan ketentuan tersebut, bulan Desember 2025 hanya memiliki satu hari libur nasional dan satu hari cuti bersama, yaitu:Cuti bersama bersifat fleksibel sehingga sebagian instansi atau perusahaan tetap dapat beroperasi sesuai kebutuhan layanan.Rangkaian libur Natal 2025 berpotensi menciptakan long weekend selama empat hari.Libur nasional dan cuti bersama Natal berlanjut dengan akhir pekan pada Sabtu dan Minggu, 27–28 Desember 2025.Momentum ini kerap dimanfaatkan masyarakat untuk liburan singkat atau pulang ke kampung halaman.Menjelang pergantian tahun, muncul pertanyaan apakah tanggal 31 Desember 2025 termasuk hari libur atau cuti bersama.Mengacu pada SKB 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2025, tanggal 31 Desember 2025 bukan hari libur nasional dan bukan cuti bersama.Dengan demikian, 31 Desember 2025 tetap berstatus sebagai hari kerja bagi ASN maupun karyawan swasta.Unsplash/WD Toro Kalender Desember 2025 memuat libur nasional dan cuti bersama.Meski bukan hari libur, pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan memberlakukan kebijakan flexible working arrangement atau work from anywhere bagi ASN pada 29–31 Desember 2025.Pemerintah juga mengimbau perusahaan swasta memberikan kesempatan penerapan WFA pada periode tersebut.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-02-03 03:11