– Bekerja keras dan memiliki penghasilan tetap tidak selalu menjamin kondisi keuangan yang aman. Bagi banyak keluarga kelas menengah, tekanan finansial justru tetap menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, meski pendapatan tergolong cukup.Pakar keuangan asal Amerika Serikat (AS), Dave Ramsey, menilai masalah tersebut bukan semata disebabkan oleh besaran gaji.Dalam pengalamannya selama puluhan tahun mendampingi jutaan orang, Ramsey melihat pola perilaku dan cara berpikir tertentu yang membuat kelas menengah sulit keluar dari jerat keuangan.Baca juga: Simak 8 Pelajaran tentang Uang untuk Kelas MenengahMenurut Ramsey, kebiasaan-kebiasaan inilah yang membuat banyak orang terus hidup dari gaji ke gaji dan gagal membangun kekayaan jangka panjang, meskipun telah bekerja keras dan berpenghasilan layak.Dikutip dari New Trader U, Senin , berikut 10 alasan utama mengapa kelas menengah tetap kesulitan secara finansial menurut Dave Ramsey.“Anggaran adalah cara memberi tahu uang ke mana harus pergi, bukan bertanya ke mana uang itu hilang,” kata Dave Ramsey.Ramsey menekankan pentingnya anggaran tertulis sebelum bulan berjalan.Tanpa perencanaan keuangan, pendapatan akan habis untuk kebutuhan yang paling mendesak, seperti tagihan kartu kredit, pembelian impulsif, atau gaya hidup. Uang mengalir tanpa tujuan jelas untuk membangun kekayaan.Sebaliknya, Ramsey mendorong agar setiap rupiah diberi tugas sejak awal bulan.Baca juga: Bukan Warisan, Ini Cara Jutawan Kelas Menengah Membangun Kekayaan“Kamu bukan miskin karena kurang penghasilan. Kamu miskin karena penghasilanmu diberikan kepada semua orang,” ujar Ramsey.Banyak pekerja kelas menengah lebih dulu membayar cicilan mobil, kartu kredit, pinjaman pendidikan, dan berbagai langganan, sebelum menyisihkan uang untuk diri sendiri.Akibatnya, penghasilan lebih banyak memperkaya lembaga keuangan daripada membangun masa depan pribadi.“Jangan membeli barang yang tidak mampu kamu beli dengan uang yang tidak kamu miliki,” kata Ramsey.Pembelian mobil, furnitur, liburan, hingga kebutuhan harian kerap dibiayai melalui utang atau kartu kredit. Menurut Ramsey, kebiasaan ini menjadi perusak utama kekayaan karena cicilan dan bunga terus menggerus arus kas.Baca juga: Risiko PHK dan Turunnya Kelas Menengah Uji Konsumsi 2026“Orang kaya menghindari cicilan. Kelas menengah membuat cicilan,” ujar Ramsey.
(prf/ega)
10 Penyebab Kelas Menengah Sulit Kaya Menurut Dave Ramsey
2026-01-12 03:42:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:16
| 2026-01-12 02:27
| 2026-01-12 02:21
| 2026-01-12 02:04
| 2026-01-12 01:53










































