SEMARANG, – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong hasil riset perguruan tinggi agar tidak berhenti pada publikasi ilmiah, melainkan dapat dimanfaatkan langsung oleh dunia industri di Indonesia.Direktur Hilirisasi dan Kemitraan Kemdiktisaintek, Yos Sunitiyoso, mengatakan pihaknya menyiapkan pendanaan hingga Rp 2 miliar bagi peneliti yang proposal risetnya memenuhi syarat dan relevan dengan kebutuhan industri.“Tujuannya untuk kebutuhan industri. Jadi nanti kita seleksi mana proposal penelitian yang risetnya sesuai kebutuhan dunia usaha. Karena kadang peneliti mengembangkan sesuatu yang bagus, tapi ternyata tidak dibutuhkan pasar,” ujar Yos seusai Sosialisasi Program Ajakan Industri Tahun 2026 di Gedung Gradhika, Semarang, Kamis .Baca juga: Kerja Sama dengan China, UI Bertekad Jadi Pusat Riset Metalurgi DuniaYos menjelaskan, program ini mencakup berbagai bidang industri dengan fokus pada delapan sektor prioritas nasional, yakni ketahanan pangan, energi, kemaritiman, industrialisasi, hilirisasi, kesehatan, material maju, serta energi terbarukan.“Kami memberikan kesempatan kepada industri untuk menyampaikan produk, solusi, atau teknologi apa yang mereka butuhkan. Nantinya kebutuhan itu akan kami himpun dan jadikan dasar dalam membuka call for proposal bagi peneliti di perguruan tinggi,” jelasnya.Ia menambahkan, riset yang akan didukung bukan riset awal, melainkan yang sudah memiliki prototipe dan siap diimplementasikan.“Pendanaan bisa mencapai Rp 2 miliar untuk riset dengan TKT (tingkat kesiapan teknologi) tinggi,” katanya.Kemdiktisaintek memilih Jawa Tengah dan Yogyakarta sebagai lokasi awal program karena keduanya memiliki potensi industri besar, termasuk kawasan industri Batang, Kendal, dan Semarang.Program serupa akan digelar di Surabaya, Makassar, Batam, dan Jababeka.Baca juga: Kemendikti Sebut 8 Bidang Prioritas Riset NasionalSelain melalui APBN, program hilirisasi riset ini juga didanai dana abadi pendidikan LPDP, khususnya untuk pengembangan teknologi strategis seperti baterai dan kendaraan listrik.“Pelaku industri yang menjadi objek penelitian juga akan memberi dukungan dalam bentuk lain,” tambah Yos.Direktur Politeknik Negeri Semarang (Polines), Dr. Garup Lambang Goro, menilai langkah ini penting untuk memastikan riset di perguruan tinggi benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.“Pada dasarnya riset memang membutuhkan dana. Riset juga tidak bisa berdiri sendiri, harus melihat kebutuhan masyarakat, termasuk industri,” ujar Garup.
(prf/ega)
Kemdiktisaintek Siapkan Rp 2 Miliar untuk Riset yang Siap Diterapkan ke Industri
2026-01-13 05:21:29
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-13 06:06
| 2026-01-13 06:03
| 2026-01-13 05:42
| 2026-01-13 05:41
| 2026-01-13 04:53










































