Siklon Tropis Fung-Wong Picu Cuaca Ekstrem, Gelombang Tinggi 2-4 Meter Ancam Nelayan

2026-01-15 06:59:55
Siklon Tropis Fung-Wong Picu Cuaca Ekstrem, Gelombang Tinggi 2-4 Meter Ancam Nelayan
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi yang berisiko terhadap keselamatan pelayaran di sejumlah perairan Indonesia.Peringatan ini berlaku untuk periode 11 hingga 14 November 2025.Baca juga: Deteksi Siklon Tropis Fung-Wong di Laut Filipina, BMKG Ungkap Dampaknya bagi IndonesiaPeningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang ini dipicu oleh dinamika cuaca global, terutama keberadaan Siklon Tropis Fung-Wong (17.4°LU 119.2°BT) yang terdeteksi di Laut Filipina Barat.Menurut analisis BMKG, Siklon Tropis Fung-Wong memengaruhi pola angin di sekitar Indonesia.Di wilayah utara Indonesia, angin umumnya bergerak dari Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan berkisar 4 - 30 knot.Sementara itu, di wilayah selatan, angin bergerak dari Tenggara hingga Barat Daya Laut dengan kecepatan 4 - 25 knot.“Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Sulawesi dan Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai. Kondisi kecepatan angin tinggi ini secara langsung memicu peningkatan energi gelombang di lautan,” ungkap BMKG dalam keterangan resminya, Rabu .BMKG mengelompokkan potensi gelombang tinggi menjadi dua kategori yang perlu diwaspadai:Gelombang yang sangat tinggi, berada di kisaran 2,5 hingga 4,0 meter, berpotensi terjadi di dua wilayah utama:Gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di lebih dari 30 perairan, mencakup:Baca juga: BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Cuaca Ekstrem hingga 17 November 2025, Wilayah Mana Saja?Potensi gelombang tinggi di seluruh wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran."Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat dan operator transportasi laut untuk meningkatkan kewaspadaan," tulis BMKG.Secara khusus, BMKG merilis kriteria risiko yang harus dihindari oleh moda transportasi laut agar dapat menjamin keselamatan pelayaran di tengah potensi gelombang tinggi:


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-01-15 06:11