Litbang Kompas: Tingginya Biaya Politik Jadi Salah Satu Penyebab Kepala Daerah Korupsi

2026-01-16 04:56:57
Litbang Kompas: Tingginya Biaya Politik Jadi Salah Satu Penyebab Kepala Daerah Korupsi
JAKARTA, - Biaya politik yang tinggi dinilai publik menjadi salah satu penyebab kepala daerah melakukan korupsi.Berdasarkan hasil jajak pendapat Litbang Kompas, sebanyak 21,2 persen responden menyatakan korupsi kepala daerah disebabkan oleh biaya politik yang tinggi.Sedangkan di peringkat pertama penyebab kepala daerah melakukan korupsi adalah penegakan hukum yang pilih-pilih, yakni sebesar 22,4 persen. Di atas biaya politik yang tinggi.Baca juga: Litbang Kompas: 63,3 Persen Publik Tak Memilih Kepala Daerah yang Pernah Dikaitkan KorupsiPenyebab lainnya kepala daerah melakukan korupsi berdasarkan jajak pendapat Litbang Kompas adalah gaya hidup mewah (21,2 persen); lemahnya pengawasan (20,4 persen); kebiasaan permisif (6,5 persen); Lainnya (3,9 persen); dan tidak tahu (4,4 persen).Selain itu, mayoritas publik atau 61,5 persen responden juga mengaku tidak yakin jika gubernur yang memimpin daerahnya bersih dari korupsi.Sedangkan 30,5 persen masyarakat mengaku yakin bahwa gubernur yang memimpin daerahnya bebas dari korupsi. Sedangkan 8 persen responden lainnya menyatakan "Tidak Tahu".Baca juga: Litbang Kompas: Publik Sebut Aspek Penegakan Hukum Jadi Penyebab Kepala Daerah KorupsiKendati mayoritas publik tidak yakin gubernurnya bersih dari korupsi, tapi 51,3 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja pemimpin provinsinya itu.Adapun responden yang menyatakan tidak puas sebanyak 47,8 persen. Lalum 0,9 persen sisanya menyatakan "Tidak Tahu".Sebagai informasi, Litbang Kompas melakukan jajak pendapat melalui telepon pada 10 sampai 13 November 2025.Jumlah responden sebanyak 514 dari 70 kota di 38 provinsi diwawancarai. Sampel ditentukan secara acak dari responden panel Litbang Kompas sesuai proporsi jumlah penduduk di setiap daerah.Baca juga: Bima Arya Ingatkan Kepala Daerah Jauhi Praktik Korupsi Dengan metode ini, tingkat kepercayaannya sebesar 95 persen, dengan margin of error penelitian ± 4,23 persen dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana. Meskipun demikian, kesalahan di luar pengambilan sampel dimungkinkan terjadi.Berita ini dilansir dari Kompas.id dengan judul "Publik Jengah Korupsi Kepala Daerah"


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Selain itu, ia juga berpesan agar seluruh ASN di Indonesia tetap menjaga integritas dan terus melayani masyarakat dengan hati.Rini menegaskan bahwa ASN harus bekerja secara profesional untuk mendukung tugas-tugas pemerintahan. Pasalnya, Korpri berperan sebagai simbol persatuan, kolaborasi, dan stabilitas nasional melalui kerja sama seluruh komponen bangsa.Lebih lanjut, Penasihat Harian Dewan Pengurus Korpri Nasional ini berharap agar anggota Korpri bekerja dengan inovasi dan efisiensi, serta mengedepankan pelayanan cepat, hemat, dan transparan melalui pemanfaatan teknologi digital.“Saya berharap Korpri menjadi rumah para ASN dan menjadi wadah yang bermanfaat bagi para ASN dan tentunya untuk memudahkan para ASN berkolaborasi. Sekali lagi selamat kepada Korpri. Selamat Hari Ulang Tahun ke-54,” ucap Rini.Baca juga: 29 November Memperingati Hari Apa? Ini Sejarah HUT KORPRI dan Tema Peringatan 2025Pada kesempatan tersebut, ia juga mengajak para anggota Korpri untuk memperkuat solidaritas dan mendukung penanganan bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan sejumlah wilayah lainnya.Upaya tersebut merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian antarsesama untuk setidaknya meringankan beban saudara se-Tanah Air yang terdampak bencana.Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Korpri Zudan Arif Fakrulloh menekankan bahwa Korpri merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pemerintah.Oleh karena itu, ia mengajak para anggota untuk menerapkan kesiapsiagaan Korpri dalam mendorong percepatan pembangunan nasional sejalan dengan Asta Cita Pemerintah Indonesia.Baca juga: Menteri PPN Ajak Perguruan Tinggi Berkontribusi dalam Pembangunan Nasional

| 2026-01-16 05:04